Kisah Adi, Wisudawan Terbaik Program Doktor UM dengan IPK 4
Minggu, 12 Mei 2024 - 12:17 WIB
"Alhamdulillah, saya bahagia dan bersyukur telah menyelesaikan studi di Pascasarjana UM dengan optimal. Terima kasih yang tak terhingga, saya haturkan kepada bapak Rektor UNM, ibu Dekan dan rekan-rekan dosen yang telah memberi dukungan selama proses perkuliahan hingga saya bisa berada pada titik ini," katanya, melalui siaran pers, Minggu (12/5/2024).
Penghormatan dan terimakasih yang besar ia tujukan kepada ketiga pembimbingnya yakni, Prof. Dr. Sumarmi, Dr. Sugeng Utaya, dan Syamsul Bachri.
Baca juga: Wisuda Sarjana dan Magister Ukrida, 7 Mahasiswa Jadi Lulusan Terbaik
"Beliau bertiga sudah luar biasa mendampingi dan membimbing saya. Terima kasih Universitas Negeri Malang,” tandas Adi, pria kelahiran Pati, 14 November 1994.
Semasa kuliah dan menyelesesaikan Disertasinya, Adi juga kerap melakukan kolaborasi riset bersama para dosen seperti halnya bersama Prof. Dr. Sumarmi pada bidang lingkungan.
Lebih lanjut , Adi mengaku jika proses perkuliahannya pada Pascasarjana UM ini cukup berat karena dilalui dengan banyak tantangan.
“Pendidikan saya di jenjang Doktor ini saya lalui dengan cukup sulit. Saya harus berjuang menstabilkan pikiran saya karena tanpa didampingi oleh kedua orang tua tercinta saya," ungkap Adi dengan rasa haru.
Penghormatan dan terimakasih yang besar ia tujukan kepada ketiga pembimbingnya yakni, Prof. Dr. Sumarmi, Dr. Sugeng Utaya, dan Syamsul Bachri.
Baca juga: Wisuda Sarjana dan Magister Ukrida, 7 Mahasiswa Jadi Lulusan Terbaik
"Beliau bertiga sudah luar biasa mendampingi dan membimbing saya. Terima kasih Universitas Negeri Malang,” tandas Adi, pria kelahiran Pati, 14 November 1994.
Semasa kuliah dan menyelesesaikan Disertasinya, Adi juga kerap melakukan kolaborasi riset bersama para dosen seperti halnya bersama Prof. Dr. Sumarmi pada bidang lingkungan.
Lebih lanjut , Adi mengaku jika proses perkuliahannya pada Pascasarjana UM ini cukup berat karena dilalui dengan banyak tantangan.
“Pendidikan saya di jenjang Doktor ini saya lalui dengan cukup sulit. Saya harus berjuang menstabilkan pikiran saya karena tanpa didampingi oleh kedua orang tua tercinta saya," ungkap Adi dengan rasa haru.
Lihat Juga :