Dosen Universitas Jambi: Gim Online dan e-Sport Jadi Subsektor Menjanjikan di Era Digital
Senin, 20 Mei 2024 - 18:48 WIB
Baca juga: Kemendikbudristek Dukung Talenta Industri Esports dan Gim Lokal
”Gim ini merupakan gim petualangan berlatar tahun 1990-an. Selain seru, gim yang mendapat ribuan ulasan positif dari gamers internasional ini turut memperkenalkan nilai-nilai keunikan Indonesia,” jelas Riyanto dalam dalam webinar yang dipandu moderator Nabila Amanda Putri itu.
Meskipun banyak memberikan benefit, lanjut Riyanto, bermain gim secara berlebihan dapat mengakibatkan kecanduan. Jika dilakukan secara berlebihan, gim juga berisiko terhadap kesehatan mata, kurang bersosialisasi tatap muka, berdampak pada kesehatan mental, gangguan otot dan persendian.
”Hal yang harus dilakukan, mengatur waktu bermain, gunakan kursi ergonomis, istirahatkan mata, kurangi kegiatan bermain sendiri, dan ikuti pedoman kesehatan,” rinci Riyanto dalam diskusi bertajuk ”Tren Game dan e-Sport di Era Digital” itu.
Riyanto menambahkan, penting untuk membagi dengan kegiatan sosial yang positif. ”Selain itu, pahami selalu literasi digital sebagai pedoman untuk bermedia digital yag positif,” pungkasnya di depan para pendidik dan siswa sekolah menengah yang mengikuti diskusi online dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing.
”Gim ini merupakan gim petualangan berlatar tahun 1990-an. Selain seru, gim yang mendapat ribuan ulasan positif dari gamers internasional ini turut memperkenalkan nilai-nilai keunikan Indonesia,” jelas Riyanto dalam dalam webinar yang dipandu moderator Nabila Amanda Putri itu.
Meskipun banyak memberikan benefit, lanjut Riyanto, bermain gim secara berlebihan dapat mengakibatkan kecanduan. Jika dilakukan secara berlebihan, gim juga berisiko terhadap kesehatan mata, kurang bersosialisasi tatap muka, berdampak pada kesehatan mental, gangguan otot dan persendian.
”Hal yang harus dilakukan, mengatur waktu bermain, gunakan kursi ergonomis, istirahatkan mata, kurangi kegiatan bermain sendiri, dan ikuti pedoman kesehatan,” rinci Riyanto dalam diskusi bertajuk ”Tren Game dan e-Sport di Era Digital” itu.
Riyanto menambahkan, penting untuk membagi dengan kegiatan sosial yang positif. ”Selain itu, pahami selalu literasi digital sebagai pedoman untuk bermedia digital yag positif,” pungkasnya di depan para pendidik dan siswa sekolah menengah yang mengikuti diskusi online dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing.
Lihat Juga :