Cegah Perundungan, SMP 5 Kudus Buat Aplikasi SiAndung Esmaku

Selasa, 11 Juni 2024 - 14:48 WIB
Setelah itu aduan akan masuk di sistem dan ditindak lanjuti oleh guru BK melalui layanan responsif yaitu pemberian layanan konseling individu yang dilakukan oleh guru BK di ruang konseling secara tatap muka dalam rangka pengentasan masalah pribadi, belajar, sosial dan karier siswa.



Kepala Sekolah SMP 5 Kudus Abdul Rochim (kanan) saat menyampaikan paparan. Foto/SINDOnews.

Pemberian solusi pemecahan masalah dengan keputusan ada di tangan siswa. Layanan Konseling individu bersifat rahasia antara guru BK dan siswa yang bersangkutan.

Selain layanan konseling individu guru BK memberikan layanan mediasi bagi kedua belah pihak yaitu antara pelaku dan korban perundungan, sehingga masalah dapat segera terselesaikan dan tidak menimbulkan masalah baru bagi si pelaku maupun korban perundungan.

Selanjutnya guru BK bekerja sama dengan orang tua terkait masalah perundungan yang terjadi dengan anaknya.

Orang tua dapat memonitor sejauh mana penyelesaian masalah perundungan yang terjadi, karena dalam aplikasi ini bisa terlihat progres penanganan aduan perundungan yang terjadi.

Orang tua juga bisa melihat praktik baik yang sudah dilakukan oleh putra/ putrinya. Selain itu orang tua bisa mengetahui masalah yang sedang dialami oleh putra/ putrinya, sehingga orang tua menjadi lebih perhatian terhadap perkembangan fisik dan psikologis anaknya.

Dengan menceritakan praktik baik yang sudah dilakukan, siswa dapat menularkan/ mengajak siswa yang lain untuk menerapkan praktik baik yang sudah dia lakukan ( tutor sebaya/ menjadi duta perubahan). Kerja sama antara sekolah dan orang tua sangat dibutuhkan.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!