Penurunan Kognitif Atau Pola Pikir Umum Dialami Lansia, Ini Tips Edukatifnya
Kamis, 11 Juli 2024 - 19:38 WIB
Baca juga: Perubahan Hidup Terjadi Saat Pemikiran Kita Berubah
Lalu apa yang bisa dilakukan agar perubahan aspek kognitif lansia tersebut tidak semakin menurun? Nida memaparkan, pemerintah dengan Permenkes No 6 Tahun 2024 telah mengatur tentang standar pelayanan minimal bidang kesehatan bagi warga lansia.
Standar pelayanan minimal ini mencakup edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, serta skrining faktor risiko seperti pengukuran tekanan darah, gula darah, dan lainnya di mana hasil skrining akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan atau melakukan rujukan atau memberikan penyuluhan kesehatan yang sesuai.Selain soal standar pelayanan minimal, Nida membagikan tips khusus bagi lansia untuk tetap menjaga aspek kognitifnya.
“Dalam menjaga kesehatannya, penting bagi seorang lansia untuk juga memiliki gaya hidup yang aktif, dalam hal ini, berolah raga secara rutin dan teratur, lanjut Nida. Selain faktor kognitif yang menurun, perubahan umum lain yang terjadi pada lansia adalah penurunan kondisi fisik, berkurangnya aktivitas dan kegiatan yang akhirnya juga memicu perubahan secara psikologis dan mental.
Salah satu kondisi kesehatan dengan prevalensi tinggi pada lansia adalah osteoporosis, terutama paling sering terjadi pada wanita. Data Kemenkes RI mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia adalah 23% pada wanita usia 50 – 80 tahun dan lebih dari dua kali lipat, yaitu 53% pada wanita berusia 80 tahun ke atas.
Lalu apa yang bisa dilakukan agar perubahan aspek kognitif lansia tersebut tidak semakin menurun? Nida memaparkan, pemerintah dengan Permenkes No 6 Tahun 2024 telah mengatur tentang standar pelayanan minimal bidang kesehatan bagi warga lansia.
Standar pelayanan minimal ini mencakup edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, serta skrining faktor risiko seperti pengukuran tekanan darah, gula darah, dan lainnya di mana hasil skrining akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan atau melakukan rujukan atau memberikan penyuluhan kesehatan yang sesuai.Selain soal standar pelayanan minimal, Nida membagikan tips khusus bagi lansia untuk tetap menjaga aspek kognitifnya.
“Dalam menjaga kesehatannya, penting bagi seorang lansia untuk juga memiliki gaya hidup yang aktif, dalam hal ini, berolah raga secara rutin dan teratur, lanjut Nida. Selain faktor kognitif yang menurun, perubahan umum lain yang terjadi pada lansia adalah penurunan kondisi fisik, berkurangnya aktivitas dan kegiatan yang akhirnya juga memicu perubahan secara psikologis dan mental.
Salah satu kondisi kesehatan dengan prevalensi tinggi pada lansia adalah osteoporosis, terutama paling sering terjadi pada wanita. Data Kemenkes RI mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia adalah 23% pada wanita usia 50 – 80 tahun dan lebih dari dua kali lipat, yaitu 53% pada wanita berusia 80 tahun ke atas.
Lihat Juga :