Cerita 2 Kepala Sekolah Kris dan Deni, Semangat Mengajar di Pelosok Perkebunan Sawit

Jum'at, 19 Juli 2024 - 19:46 WIB
Guru-guru muda ini tertarik untuk berkarya di SD Perdana Ketapang karena melihat potensi sekolah untuk berkembang. Mereka juga tertarik karena melihat banyak kesempatan untuk mendapatkan pelatihan peningkatan kompetensi. Sesuatu yang sangat jarang mereka dapatkan.

Selama pelatihan dan pembinaan berlangsung di SD Perdana Ketapang, para guru antusias meluangkan waktu setelah jam sekolah untuk mengikuti pelatihan secara efektif. Hasilnya, Deny dan segenap manajemen sekolah lebih tertib administrasi dan mantap mempersiapkan akreditasi sekolah.

Melalui pelatihan ini, para guru juga juga lebih terbuka untuk berinteraksi dengan wali murid melalui program komite. Di sini orang tua mendapat tips dari para guru untuk mendampingi proses belajar anak mereka secara intensif.

“Pelatihan dan pembinaan yang kami dapatkan di sekolah selama dua tahun terakhir memberikan imbas yang lebih besar dari yang saya bayangkan. Kami mempelajari banyak hal terkait pengelolaan sekolah yang lebih tertib dan mempersiapkan akreditasi. Dari segi tenaga pendidik, jumlah guru yang berminat untuk mengajar di Ketapang bertambah, sehingga saya makin semangat untuk berbagi ilmu ke ruang lingkup yang lebih luas lagi dengan berbagai strategi pembelajaran yang telah kami pelajari,” ungkap Deny.

Lighthouse School Program



Keberhasilan Kris dan Deny dalam membangun manajemen sekolah yang lebih baik untuk SD Perdana Sukamara dan SD Perdana Ketapang mulai dirasakan setelah mereka mengikuti Lighthouse School Program. Program sekolah mercusuar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah secara holistik dan intensif yang bertujuan mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntabel.

LSP merupakan kolaborasi antara Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui inisiatif School Development Outreach (SDO) bersama PT Sampoerna Agro Tbk melalui Yayasan Perdana Cemerlang. Selama dua tahun, SD Perdana Sukamara dan SD Perdana Ketapang tidak hanya menerima pelatihan secara intensif dalam program Lighthouse School Program, tetapi juga pembinaan yang menyeluruh baik kepada guru-guru, manajemen sekolah, siswa, serta orang tua.

Mulai dari pembangunan dan pengelolaan perpustakaan di sekolah, leadership camp bagi para siswa, seminar berkala bagi orang tua, serta pelatihan PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif, menyenangkan), pembelajaran berdiferensiasi, ragam media pembelajaran, literasi dan numerasi bagi para guru yang berlandaskan Kurikulum Merdeka.

Program ini telah memberikan imbas kepada 20 guru dan 399 siswa di Sukamara dan Ketapang, dan akan terus berkembang dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masing-masing daerah.

Selain di Sukamara dan Ketapang, Lighthouse School Program masih berlangsung di Tompobulu, Sulawesi Selatan dan Baubau, Sulawesi Tenggara, dan telah menjangkau 17 sekolah, lebih dari 400 guru, 6.700 siswa, 3.100 manajemen sekolah, dan 2.800 orang tua.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!