Kembangkan Fotuisi sebagai Kritik Sosial dan Pelestarian Budaya, Fotografer Yulius Widi Raih Gelar Doktor

Jum'at, 02 Agustus 2024 - 20:15 WIB
Penyusunan puisi berdasarkan analisis visual, puisi-puisi disusun untuk mencerminkan tema dan emosi yang terkandung dalam foto. Penyajian foto dan puisi kemudian diintegrasikan secara harmonis, menciptakan karya seni yang menyatu antara visual dan teks sebagai karya visual poetry. "Penyajian akhir Fotografi Puisi mempertimbangkan estetika keseluruhan untuk memastikan pesan tersampaikan dengan efektif," kata Yulius.

Dalam ujian terbuka tersebut Yulius menampilkan presentasi proses penelitian, temuan utama, karya Fotografi Puisi dengan metode Fotuisi. Beberapa karya fotografi puisi hasil dari metode ini disajikan pada presentasi.

"Ujian terbuka ini sekaligus berbagi inspirasi tentang bagaimana seni dapat menjadi alat yang kuat untuk perubahan sosial dan pelestarian budaya," tukasnya.

Nama Yulius dalam dunia fotografi tak asing di publik Indonesia. Selain kerap terlibat dalam berbagai pameran foto, dosen Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) ini diketahui telah menerbitkan sejumlah buku menyangkut fotografi, di antaranya Khazanah Fotografi dan Desain Grafis dan Jepret! : panduan fotografi dengan kamera digital dan DSLR. Sejak beberapa tahun lalu, Yulius mulai mendalami seni fotografi yang digabungkan dengan puisi.
(wyn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!