Jangan Salah Kaprah! Ini 3 Perbedaan Gelar PhD dan Doktor bagi Lulusan S3
Senin, 12 Agustus 2024 - 17:00 WIB
Kata filsafat disematkan untuk gelar penghargaan tertinggi dalam ilmu pengetahuan atau dalam dunia akademik. Beberapa kampus, menggunakan gelar PhD memang dikhususkan bagi keilmuan filsafat, seni, seni murni, dan teknik serta rumpun studi sosial humaniora.
Baca juga: Kemendikbud Tawarkan Beasiswa S3 untuk Dosen ke Austria, Ini Syaratnya
Namun banyak juga kampus dengan jurusan beragam menggunakan gelar PhD untuk jenjang S3. Selain itu gelar PhD diterapkan banyak sistem pendidikan Amerika Serikat dan Inggris Raya.
Negara di luar Amerika mayoritas menggunakan sistem Doktoral seperti di Indonesia. Misalnya gelar Doctor of Economy, Doctor of Science, dan lain-lain. Persyaratan utama dalam memperoleh gelar PhD biasanya sudah menyelesaikan perkuliahan program S3.
Perbedaan gelar PhD dan doktor lainnya ialah masa kuliah. Banyak kampus di luar negeri memiliki program perkuliahan program PhD paling sedikit dua tahun dan paling lama tujuh tahun. Lama tidaknya waktu kuliah ini tergantung dari area studi, penelitian, dan topik yang diangkat mahasiswa.
Baca juga: Kemendikbud Tawarkan Beasiswa S3 untuk Dosen ke Austria, Ini Syaratnya
Namun banyak juga kampus dengan jurusan beragam menggunakan gelar PhD untuk jenjang S3. Selain itu gelar PhD diterapkan banyak sistem pendidikan Amerika Serikat dan Inggris Raya.
Negara di luar Amerika mayoritas menggunakan sistem Doktoral seperti di Indonesia. Misalnya gelar Doctor of Economy, Doctor of Science, dan lain-lain. Persyaratan utama dalam memperoleh gelar PhD biasanya sudah menyelesaikan perkuliahan program S3.
2. Jangka waktu kuliah
Perbedaan gelar PhD dan doktor lainnya ialah masa kuliah. Banyak kampus di luar negeri memiliki program perkuliahan program PhD paling sedikit dua tahun dan paling lama tujuh tahun. Lama tidaknya waktu kuliah ini tergantung dari area studi, penelitian, dan topik yang diangkat mahasiswa.
Lihat Juga :