Virtual Schooling Sampoerna Academy Beri Pembelajaran yang Efektif dan Nyaman
Selasa, 25 Agustus 2020 - 16:57 WIB
Hasil survei UNICEF menyatakan bahwa 66% dari 60 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan di 34 provinsi mengaku selama pandemi COVID-19 merasa tidak nyaman belajar di rumah. 87% siswa ingin segera kembali ke sekolah. Selain itu, 88% siswa juga bersedia memakai masker di sekolah dan 90% mengatakan pentingnya jarak secara fisik jika mereka belajar di kelas. Namun salah satu penyebabnya adalah 38% siswa mengaku mengalami kekurangan bimbingan dari guru mereka, yang menjadi sebuah tantangan besar. (Baca juga: Sekolah Diminta Sediakan 2 Opsi Pembelajaran Siswa di Zona Kuning dan Hijau )
“Sampoerna Academy percaya bahwa peran guru, siswa, dan orang tua sangat penting untuk mendukung pembelajaran yang berkualitas serta menciptakan komunikasi dan kolaborasi yang efektif. Dengan menerapkan pembelajaran live synchronous melalui Google Classroom bersama guru, siswa dapat mengikuti kelas secara real-time,” tambah Frida Dwiyanti.
Selain itu, pihaknya juga menerapkan pembelajaran asynchronous, di mana guru menerapkan berbagai metode baru dan menarik untuk meningkatkan pengalaman belajar online siswa. Ini termasuk pelajaran, tugas, dan aktivitas yang direkam di luar kelas real-time. Orang tua juga memainkan peran penting dalam meraih virtual schooling yang sukses, karena itu Sampoerna Academy melakukan wellbeing call pada setiap minggu untuk mengetahui perkembangan anak dan memberikan dukungan emosional serta akademik.
Dalam memberikan pengalaman virtual schooling, para guru Sampoerna Academy menunjukkan metode mengajar untuk Sains, Musik, Seni, dan Matematika. Dengan metode pembelajaran STEAM, guru mampu mengasah keterampilan 5C pada siswa, seperti melalui mata pelajaran sains, guru dapat membahas tentang bagaimana bunyi dibuat dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi bunyi dan membuat ulang alat musik. Dengan pembelajaran synchronous, siswa diharapkan dapat mengenal bunyi yang ada disekitarnya, serta mampu menciptakan bunyi dengan instrumen sendiri yang menjadi poin utama dari hasil pembelajaran.
Virtual schooling tidak akan efektif tanpa bantuan pendamping siswa. Sampoerna Academy menyadari bahwa situasi saat ini membawa tantangan yang perlu diadaptasi. Oleh karena itu, Sampoerna Academy telah menyiapkan bimbingan dan pelatihan bagi orang tua siswa ketika pandemi terjadi dan terus menjaga komunikasi secara terbuka dan teratur dengan orang tua dan siswa melalui berbagai aplikasi, seperti email, SIMS, Google Classroom, dan Whatsapp. Dengan komunikasi dan bimbingan yang jelas, maka siswa dapat belajar secara efektif dan nyaman di rumah.
“Sampoerna Academy percaya bahwa peran guru, siswa, dan orang tua sangat penting untuk mendukung pembelajaran yang berkualitas serta menciptakan komunikasi dan kolaborasi yang efektif. Dengan menerapkan pembelajaran live synchronous melalui Google Classroom bersama guru, siswa dapat mengikuti kelas secara real-time,” tambah Frida Dwiyanti.
Selain itu, pihaknya juga menerapkan pembelajaran asynchronous, di mana guru menerapkan berbagai metode baru dan menarik untuk meningkatkan pengalaman belajar online siswa. Ini termasuk pelajaran, tugas, dan aktivitas yang direkam di luar kelas real-time. Orang tua juga memainkan peran penting dalam meraih virtual schooling yang sukses, karena itu Sampoerna Academy melakukan wellbeing call pada setiap minggu untuk mengetahui perkembangan anak dan memberikan dukungan emosional serta akademik.
Dalam memberikan pengalaman virtual schooling, para guru Sampoerna Academy menunjukkan metode mengajar untuk Sains, Musik, Seni, dan Matematika. Dengan metode pembelajaran STEAM, guru mampu mengasah keterampilan 5C pada siswa, seperti melalui mata pelajaran sains, guru dapat membahas tentang bagaimana bunyi dibuat dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi bunyi dan membuat ulang alat musik. Dengan pembelajaran synchronous, siswa diharapkan dapat mengenal bunyi yang ada disekitarnya, serta mampu menciptakan bunyi dengan instrumen sendiri yang menjadi poin utama dari hasil pembelajaran.
Virtual schooling tidak akan efektif tanpa bantuan pendamping siswa. Sampoerna Academy menyadari bahwa situasi saat ini membawa tantangan yang perlu diadaptasi. Oleh karena itu, Sampoerna Academy telah menyiapkan bimbingan dan pelatihan bagi orang tua siswa ketika pandemi terjadi dan terus menjaga komunikasi secara terbuka dan teratur dengan orang tua dan siswa melalui berbagai aplikasi, seperti email, SIMS, Google Classroom, dan Whatsapp. Dengan komunikasi dan bimbingan yang jelas, maka siswa dapat belajar secara efektif dan nyaman di rumah.
Lihat Juga :