Atasi Keluhan PJJ, Jateng Tingkatkan Kapasitas 4.000 Guru SMA-SMK

Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:29 WIB
Sementara itu, Warsito Ellwein dari Lembaga Gerak Permberdayaan menilai bahwa pandemi memaksa anak-anak harus tinggal di rumah, termasuk orang tua sehingga menciptakan situasi yang baru.

"Selama ini orang tua mengandalkan pendidikan anak di sekolah. Pendidikan lainnya sambil jalan. Kini pendidikan harus berpikir seperti Ki Hajar Dewantara.Pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di masyarakat dan di keluarga," ungkap Warsito.

Menurutnya, di sekolah meningkatkan kompetensial akademik; maka pendidikan nonformal dan informal akan meningkatkan kompetensi sosial. "Jika kompetisi sosialnya rendah, maka ia akan tumbuh sebagai manusia yang tidak bisa memanusiakan orang lain," tandasnya. (Baca juga: Rentan Terinfeksi COVID-19, PGRI Minta Pemerintah Lindungi Guru )

Oleh sebab itu, kegiatan sehari-hari di rumah bisa jadi media pendidikan. Mulai dari tidur, mandi, makan. Diajarkan hak dan kewajiban, tata-tertib rumah, menentukan waktu bebas, dan sebagainya.

"Akan tercipta komunikasi dua arah antara orang tua dan anak. Memberikan penjelasan apa adanya, memberi teladan, menyepakati kegiatan dan tata-tertib, menginternalisasikan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Mengajari sambil bermain akan lebih menarik. Misalnya dalam hal menerapkan protokol kesehatan menangkal penyebaran COVID-19 dengan cara mencuci tangan," pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!