3 Alasan Mantan Rektor UGM Pratikno Ditolak Masuk Kampus oleh Mahasiswa Fisipol
Jum'at, 30 Agustus 2024 - 08:49 WIB
Pratikno menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sejak Oktober 2014. Masih bertahan sampai sekarang, ia menjadi salah satu orang terlama yang duduk di pemerintahan Presiden Jokowi.
Baca juga: Pratikno Ungkap Reaksi Jokowi Diisukan Cawe-cawe di Kepengurusan Baru PDIP
Pada salah satu alasan pemasangan spanduk penolakan kedatangan Pratikno, sejumlah mahasiswa itu menolak kehadiran mantan Rektor UGM itu karena dinilai menjadi orang kepercayaan presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejalan dengan hal tersebut, mereka menganggap sosoknya juga terlibat pembegalan konstitusi yang belakangan banyak digaungkan.
Melihat sudut pandang mahasiswa, spanduk tersebut menjadi sebuah sarana kebebasan berekspresi dalam sebuah negara demokrasi. Maka dari itu, tujuan terbentangnya spanduk ‘Pratikno Dilarang Masuk’ itu menjadi bagian ekspresi mahasiswa UGM.
Meski yang bersangkutan tidak hadir, mahasiswa melalui spanduk itu menyiratkan pesan. Singkatnya, mereka tidak ingin orang-orang yang dirasa merusak konstitusi masuk ke kampus yang memperjuangkan tegaknya konstitusi (UGM).
Baca juga: UGM Wisuda 1.797 Lulusan, 4 Mahasiswa Raih IPK Tertinggi
Baca juga: Pratikno Ungkap Reaksi Jokowi Diisukan Cawe-cawe di Kepengurusan Baru PDIP
Pada salah satu alasan pemasangan spanduk penolakan kedatangan Pratikno, sejumlah mahasiswa itu menolak kehadiran mantan Rektor UGM itu karena dinilai menjadi orang kepercayaan presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejalan dengan hal tersebut, mereka menganggap sosoknya juga terlibat pembegalan konstitusi yang belakangan banyak digaungkan.
2. Bentuk ekspresi mahasiswa UGM dalam menyuarakan keresahannya
Melihat sudut pandang mahasiswa, spanduk tersebut menjadi sebuah sarana kebebasan berekspresi dalam sebuah negara demokrasi. Maka dari itu, tujuan terbentangnya spanduk ‘Pratikno Dilarang Masuk’ itu menjadi bagian ekspresi mahasiswa UGM.
Meski yang bersangkutan tidak hadir, mahasiswa melalui spanduk itu menyiratkan pesan. Singkatnya, mereka tidak ingin orang-orang yang dirasa merusak konstitusi masuk ke kampus yang memperjuangkan tegaknya konstitusi (UGM).
Baca juga: UGM Wisuda 1.797 Lulusan, 4 Mahasiswa Raih IPK Tertinggi
Lihat Juga :