Kader Ansor Beri Kuliah Tamu dan Ikuti Visiting Fellowship di Kampus Turki dan Maroko

Kamis, 31 Oktober 2024 - 19:19 WIB
Taufiq Ahaz, yang juga berperan sebagai Pengurus PW Ansor Bidang Mutu Pendidikan, menambahkan perspektif yang multidisipliner dalam penelitian mereka. Sebagai seorang akademisi, ia memfokuskan riset pada implementasi nilai hifd al-nafs (perlindungan jiwa) dalam fatwa yang dikeluarkan Diyanet di Turki. Ia menemukan bahwa pendekatan yang menekankan pentingnya keselamatan jiwa sejalan dengan prinsip-prinsip fikih dan memungkinkan masyarakat mengikuti protokol kesehatan tanpa adanya konflik dengan nilai agama.

"Kami melihat bagaimana kebijakan kesehatan dan nilai-nilai agama dapat berjalan seiring dalam menghadapi krisis," ujar Taufiq. Menurutnya, riset ini menjadi upaya penting dalam merumuskan pendekatan yang dapat diaplikasikan di Indonesia untuk menjembatani kebijakan kesehatan publik dengan prinsip-prinsip agama. Dengan adanya pluralitas lembaga keagamaan di Indonesia seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah, panduan mitigasi fikih yang konsisten masih merupakan tantangan tersendiri.

Lebih dari sekadar penelitian, program fellowship ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi akademisi Indonesia di kancah internasional. Melalui publikasi di jurnal akademik internasional, Faiz dan Taufiq berharap riset mereka bisa menjadi referensi penting dalam kajian fikih, kebijakan agama, dan respons krisis. Kedua akademisi ini membuktikan bahwa kader-kader Ansor tidak hanya aktif di dalam negeri tetapi juga mampu bersaing dan memberikan sumbangsih bagi kajian Islam kontemporer di level global.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!