Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda, Ini Perbedaannya
Rabu, 15 Januari 2025 - 15:14 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyebutkan, Sekolah Unggulan Garuda bakal berada di bawah naungan Kemendiktisaintek. Saat ini, proses penerimaan siswa, guru, hingga kurikulumnya pun tengah digodok oleh Kemendiktisaintek.
"Inilah asas utama SMA Unggul Garuda, ini sudah dipelajari dengan seksama dan penyelenggaraannya akan di bawah Kementerian Diktisaintek untuk mendukung perkembangan investasi sains dan teknologi dalam jangka panjang," ujarnya dalam paparan kegiatan Taklimat Media Kemdiktisaintek 2025 di kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Menurutnya, sains dan teknologi di Indonesia sampai pada saat ini masih ada banyak lapisan masyarakat yang belum bisa menjangkau, belum bisa mengakses pertumbuhan pendidikan, sains, dan teknologi. Oleh karena itu, Prabowo Subianto sejak saat menjadi Presiden Terpilih sudah mencanangkan dan merencanakan bagaimana supaya menumbuhkan sains dan teknologi ini bisa merata dan adil.
"Memberikan keadilan akses terhadap sains dan teknologi. Inilah yang dicetuskan Pak Prabowo, program SMA Unggul, asas paling utama adalah memberikan akses sehingga sains dan teknologi ini menjadi merata dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia," tuturnya.
Dia menerangkan, saat ini, proses penerimaan siswa, guru, hingga kurikulum untuk Sekolah Unggulan Garuda itu tengah digodok. Penyelenggaraan sekolah tersebut untuk mendukung perkembangan investasi sains dan teknologi dalam jangka panjang.
Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan, guru yang akan mengajar di Sekolah Unggulan Garuda bisa berasal dari dalam maupun luar negeri. Saat ini, kata dia, pembentukan Sekolah Unggulan Garuda masih berproses. Satryo menyampaikan, Sekolah Unggulan Garuda akan dimulai pada tahun ini.
"Kan masih proses juga. Dimulai tahun ini. Kan baru mau desain dulu, bangunnya kan lama," kata Satryo saat ditemui di Kantor BKKBN, Jakarta Timur, Senin (13/1/2025).
Kendati begitu, ia mengungkapkan bahwa Sekolah Unggulan Garuda akan dibangun di empat wilayah, salah satunya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ada empat kemungkinan, di NTT satu pasti, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, satu lagi mungkin masih di IKN atau di tempat sekitar situ, Kalimantan," katanya.
Saat disinggung tentang guru yang akan mengajar di Sekolah Unggulan Garuda, ia menyampaikan bisa berasal dari dalam maupun luar negeri. "Tergantung, mana yang terbaik aja, luar bisa, dalem bisa," ujarnya.
"Inilah asas utama SMA Unggul Garuda, ini sudah dipelajari dengan seksama dan penyelenggaraannya akan di bawah Kementerian Diktisaintek untuk mendukung perkembangan investasi sains dan teknologi dalam jangka panjang," ujarnya dalam paparan kegiatan Taklimat Media Kemdiktisaintek 2025 di kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Menurutnya, sains dan teknologi di Indonesia sampai pada saat ini masih ada banyak lapisan masyarakat yang belum bisa menjangkau, belum bisa mengakses pertumbuhan pendidikan, sains, dan teknologi. Oleh karena itu, Prabowo Subianto sejak saat menjadi Presiden Terpilih sudah mencanangkan dan merencanakan bagaimana supaya menumbuhkan sains dan teknologi ini bisa merata dan adil.
"Memberikan keadilan akses terhadap sains dan teknologi. Inilah yang dicetuskan Pak Prabowo, program SMA Unggul, asas paling utama adalah memberikan akses sehingga sains dan teknologi ini menjadi merata dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia," tuturnya.
Dia menerangkan, saat ini, proses penerimaan siswa, guru, hingga kurikulum untuk Sekolah Unggulan Garuda itu tengah digodok. Penyelenggaraan sekolah tersebut untuk mendukung perkembangan investasi sains dan teknologi dalam jangka panjang.
Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan, guru yang akan mengajar di Sekolah Unggulan Garuda bisa berasal dari dalam maupun luar negeri. Saat ini, kata dia, pembentukan Sekolah Unggulan Garuda masih berproses. Satryo menyampaikan, Sekolah Unggulan Garuda akan dimulai pada tahun ini.
"Kan masih proses juga. Dimulai tahun ini. Kan baru mau desain dulu, bangunnya kan lama," kata Satryo saat ditemui di Kantor BKKBN, Jakarta Timur, Senin (13/1/2025).
Kendati begitu, ia mengungkapkan bahwa Sekolah Unggulan Garuda akan dibangun di empat wilayah, salah satunya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ada empat kemungkinan, di NTT satu pasti, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, satu lagi mungkin masih di IKN atau di tempat sekitar situ, Kalimantan," katanya.
Saat disinggung tentang guru yang akan mengajar di Sekolah Unggulan Garuda, ia menyampaikan bisa berasal dari dalam maupun luar negeri. "Tergantung, mana yang terbaik aja, luar bisa, dalem bisa," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :