Perpusnas Usung 3 Program Prioritas untuk Meningkatkan Budaya Literasi

Selasa, 04 Februari 2025 - 20:16 WIB
“Perpustakaan memiliki fungsi yang sangat substansial, fundamental, dan instrumental di dalam pengembangan kecakapan literasi untuk peradaban bangsa. Bapak dan Ibu ditugasi untuk membawa misi pemartabatan bangsa," jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa periode 2020-2024 ini menekankan bahwa tugas yang dikerjakan di perpustakaan tidak sama layaknya membangun infrastuktur umum, yang mana hasilnya dapat terlihat dalam waktu singkat.

"Kecakapan literasi akan kelihatan setelah sekian lama, mungkin setelah lima tahun, sepuluh tahun, atau setelah satu generasi. Karena apa? Fondasi untuk literasi akan dibangun dalam waktu yang tidak sebentar," tambahnya.

Sementara itu, penulis Eka Kurniawan mengatakan menjadi seorang penulis dapat diawali dengan membaca. Namun, kebiasaan membaca buku bukan hal yang muncul secara alamiah, namun harus dimulai sedari dini.

“Baca itu harus diperkenalkan kepada anak-anak melalui orang tua, guru atau siapapun. Dibiasakan dan kemudian dilatih, dan baru dari sana muncul kebiasaan,” ungkap penulis Cantik itu Luka tersebut dalam Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2025.

Bahkan dia berkisah, banyak tokoh besar termasuk dirinya, yang keinginan menulisnya muncul karena faktor kebetulan. Ketertarikan Eka untuk membaca buku muncul ketika menemukan taman bacaan pada masa kecil. Rasa penasarannya muncul karena buku yang ada di taman bacaan itu sangat berbeda dengan buku yang ada di sekolah. Dari sinilah ketertarikannya terhadap membaca buku tumbuh, hingga menjadi seorang penulis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!