UMJ Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Paru

Jum'at, 07 Februari 2025 - 14:21 WIB
Penelitian yang dilakukan oleh Fachri mengenai Biomarker eosinofil dapat digunakan untuk membedakan antara fase stabil dan fase eksarsebasi PPOK, sehingga memungkinkan personalisasi terapi yang lebih efektif. Selain itu, ditemukan molekul ADAM33 yang memiliki peran penting dalam jalur inflamasi PPOK serta menjadi target potensial untuk pengembangan obat baru.

Baca juga: UMJ Kukuhkan Tiga Guru Besar Perempuan, 2 dari Fakultas Teknik

“Sebagai dokter spesialis paru, kontribusi saya melibatkan peran aktif dalam menyusun strategi klinis, memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan, dan memonitor implementasi pengobatan TB sesuai standar internasional” ujar dokter spesialis paru, melalui siaran pers, Jumat (7/2/2025).

Sebagai organisasi berbasis Islam, Muhammadiyah dan Aisyiyah turut memainkan peran strategis dalam pengembangan pendidikan dan layanan kesehatan paru di Indonesia. Muhammadiyah telah membuktikan komitmennya dengan jaringan rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah untuk memberikan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat.

Fachri ditetapkan sebagai Guru Besar berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, Nomor SK 141045/M/07/2024, terhitung mulai tanggal 13 Desember 2024.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!