Berpikir Kritis Membantu Siswa Menjadi Pribadi Autentik

Kamis, 13 Februari 2025 - 23:56 WIB
Pembukaan Canisius Exhibition of Learning Experience (C-XLENCE) 2025. Foto/Istimewa
JAKARTA - Berpikir kritis dan riset yang mendalam tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Karena itu, para siswa hendaknya terus mengasah keterampilan kepemimpinan, presentasi, dan kemampuan berpikir kritis, yang akan membantu mereka menjadi pribadi autentik dan pemimpin.

Menurut Direktur Kolese Kanisius Thomas Gunawan pada saat acara pembukaan Canisius Exhibition of Learning Experience (C-XLENCE) 2025, fakta dari survei McGee (dalam Yu, 2023), yang menyebutkan bahwa 89 persen mahasiswa di Amerika menggunakan ChatGPT untuk menyelesaikan tugas mereka, dengan 53 persen di antaranya menggunakan alat ini untuk menulis esai. Meskipun hasilnya menunjukkan peningkatan nilai, dia menekankan pentingnya berpikir kritis dan riset yang mendalam yang tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan.



Dengan IQ ChatGPT yang diperkirakan mencapai 155, kata dia, teknologi ini tidak boleh mengurangi kualitas pendidikan yang mengutamakan human excellence, yang melibatkan kedalaman intelektual dan spiritual.

Dia juga menekankan pentingnya proses penulisan riset yang ilmiah, terstruktur, dan holistik. "Para siswa dapat mengasah keterampilan kepemimpinan, presentasi, dan kemampuan berpikir kritis, yang akan membantu mereka menjadi pribadi autentik dan pemimpin yang siap menghadapi tantangan di masa depan," ujarnya, dikutip Kamis (13/2/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!