Magister Sains Biomedis Universitas Yarsi Gelar Pengabdian Masyarakat di Tangerang
Selasa, 18 Februari 2025 - 16:56 WIB
Prodi Sains Biomedis Program Magister Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi menggelar acara pengabdian masyarakat di Kota Tangerang. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Prodi Sains Biomedis Program Magister Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi menggelar acara pengabdian masyarakat dengan tema “Peningkatan Kesehatan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat melalui Inovasi Budidaya Herbal, Pengolahan Lele Bergizi, dan Solusi Ramah Lingkungan untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi.”
Acara ini berlangsung di Musholla Al Barokah dan Taman Herbal Surgawi Nusantara, Cluster Nusantara, Perumahan Banjar Wijaya, Kota Tangerang.
Ketua Pelaksana yang juga menjabat Kepala Pusat Peneltian Herbal Juniarti menjelaskan, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan dan keamanan di Cluster Nusantara melalui pemanfaatan fasilitas umum (fasum) yang belum dioptimalkan. Lahan fasum seluas 500 m2 yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini direvitalisasi menjadi taman herbal produktif dan area budidaya lele.
Dia menjelaskan, salah satu inisiatif utama dalam program ini adalah pemanfaatan lahan fasum menjadi kebun herbal produktif. “Dengan menerapkan teknologi eco-enzim dan biopori, kebun ini tidak hanya menghasilkan tanaman obat bermanfaat tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (18/2/2025).
Acara ini berlangsung di Musholla Al Barokah dan Taman Herbal Surgawi Nusantara, Cluster Nusantara, Perumahan Banjar Wijaya, Kota Tangerang.
Ketua Pelaksana yang juga menjabat Kepala Pusat Peneltian Herbal Juniarti menjelaskan, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan dan keamanan di Cluster Nusantara melalui pemanfaatan fasilitas umum (fasum) yang belum dioptimalkan. Lahan fasum seluas 500 m2 yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini direvitalisasi menjadi taman herbal produktif dan area budidaya lele.
Dia menjelaskan, salah satu inisiatif utama dalam program ini adalah pemanfaatan lahan fasum menjadi kebun herbal produktif. “Dengan menerapkan teknologi eco-enzim dan biopori, kebun ini tidak hanya menghasilkan tanaman obat bermanfaat tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (18/2/2025).
Lihat Juga :