Magister Sains Biomedis Universitas Yarsi Gelar Pengabdian Masyarakat di Tangerang

Selasa, 18 Februari 2025 - 16:56 WIB
Neni menyampaikan bahwa pengobatan menggunakan herbal berbeda dengan obat sintetik. Dimana obat herbal diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi organ yang rusak, rekonstruktif, kuratif /adjuvant. Selain itu juga mencegah dan pemulihan penyakit, reaksi lambat tetapi bersifat konstruktif, efek samping minimal.

"Allah sudah menyediakan obat yang harus kita gali fungsinya. Tamanan yana ada di Taman Herbal Surgawi Nusantara harus dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar," ucapnya.

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pengurangan kemiskinan (SDG 1), penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12).

Dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, pengabdian masyarakat ini juga mendukung konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memberikan mahasiswa kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan nyata di lapangan.

Melalui pengembangan kebun herbal dan pengolahan lele, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya pola konsumsi sehat dan ramah lingkungan, sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis inovasi. Program ini menjadi contoh solusi berkelanjutan yang mengintegrasikan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan bagi masyarakat.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!