Ada Sejak Abad 15 Masehi, Pakar Unair Ungkap Sejarah Malam Takbiran di Indonesia

Senin, 31 Maret 2025 - 11:23 WIB
Di beberapa daerah, takbiran berkembang menjadi ajang perlombaan, misalnya dalam menentukan siapa yang memiliki bedug terbesar, replika masjid paling megah, atau pawai takbir paling meriah. Tak jarang, perayaan ini juga diiringi petasan dan kembang api, yang justru mengaburkan makna asli dari takbir.

Baca juga: Mudik Lebaran 2025: Terjadi 150 Kasus Kecelakaan, 8 Orang Tewas

“Malam takbiran seharusnya menjadi momen sakral untuk merenungkan kebesaran Allah, bukan sekadar ajang pesta. Jangan sampai kemeriahan menghilangkan nilai spiritualnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa takbir merupakan bentuk pengakuan atas kebesaran Allah sekaligus cerminan bagaimana Islam dapat berinteraksi dengan budaya lokal tanpa kehilangan makna esensialnya.

“Yang perlu kita pertahankan adalah keseimbangan antara tradisi dan spiritualitas. Takbiran harus tetap menjadi media syiar Islam, bukan hanya euforia sesaat,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!