Ada Sejak Abad 15 Masehi, Pakar Unair Ungkap Sejarah Malam Takbiran di Indonesia
Senin, 31 Maret 2025 - 11:23 WIB
Gema Takbir dan Keanekaragaman Tradisi
Ia menyoroti bahwa setiap negara memiliki keunikan tersendiri dalam merayakan takbiran. “Di Indonesia, unsur budaya sangat kuat, sehingga Islam berakulturasi dengan tradisi setempat dan melahirkan berbagai bentuk perayaan seperti pawai obor, gema bedug, serta takbir keliling,” jelasnya.
Baca juga: Sehari Jelang Lebaran, Lalu Lintas di Jakarta Lengang
Sebagai contoh, di Pulau Jawa terdapat tradisi Takbir Keliling yang banyak dilakukan di Yogyakarta dan Solo. Di Madura, takbiran dirayakan dengan Tellasan Topa’. Sementara itu, di luar Jawa, seperti di Aceh, masyarakat menampilkan seni Rateb Meuseukat, yang merupakan tarian sufistik.
Di Minangkabau, Sumatera Barat, masyarakat menyelenggarakan Takbiran Bararak. Adapun di Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan, terdapat tradisi Mappadendang yang diiringi suara tabuhan lesung sebagai simbol rasa syukur.
“Masyarakat Nusantara sangat terbuka, tidak hanya menghormati ajaran Islam tetapi juga merangkul budaya lokal. Keterlibatan berbagai lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan, menjadikan perayaan ini inklusif tanpa adanya perbedaan,” ungkapnya.
Malam Spiritualitas atau Sekadar Euforia?
Lihat Juga :