Orang Tua Wajib Tahu, PAUD Bukan Sekadar Tempat Bermain, tapi Pondasi Belajar

Senin, 30 Juni 2025 - 19:25 WIB
“Itu hal-hal dasar dan bagian dari stimulasi yang harus dipahami, sambil terus mendorong akses gizi dan kesehatan. Kita terus mengedukasi peran keluarga pada anak usia dini,” kata Fitriana.

Orang tua juga mesti mulai sadar terhadap pentingnya PAUD. Apalagi saat ini PAUD telah masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagai program Wajib Belajar 13 tahun.

Namun pemahaman tentang PAUD juga harus dikuatkan mengingat masih ada orang tua yang enggan menyediakan PAUD bagi anak karena menganggap kegiatan PAUD hanya bermain-main, bukan belajar.

“Padahal PAUD itu memang pendekatannya bermain. Bermain bagi anak usia dini adalah belajar,” jelasnya.

Di sisi lain juga mengemuka kesalahpahaman bahwa PAUD tak mengajarkan baca, tulis, dan hitung (calistung). Padahal, calistung boleh saja diajarkan ke anak usia dini namun disesuaikan dengan pemahaman anak.

Misalnya pelajaran membaca dan berhitung tidak langsung menggunakan abjad dan angka, melainkan dengan permainan dan pengetahuan benda di sekitar.

Selain pemahaman-pemahaman tersebut, orang tua juga mesti bijak dalam memberikan PAUD, terutama dari aspek sekolah atau lembaga penyelenggara PAUD. Orang tua dapat melakukan observasi, mempertimbangkan interaksi guru, dan kenyamanan anak dalam memilih sekolah PAUD.

Fasli menambahkan semua orang tua sesungguhnya harus siap menjadi guru PAUD dan memahami prinsip-prinsip dasar PAUD. Ketika memasukkan anak ke layanan PAUD, hal itu bukan ditentukan oleh biayanya yang mahal, melainkan oleh kapasitas dan profesionalitas guru-gurunya.

Menurutnya, guru PAUD harus mampu mengembangkan aspek sosio-emosional, kognitif, motorik, dan bahasa si anak secara menyenangkan. “Dengan begitu, anak tumbuh sesuai bakat dan minatnya. Tidak usah terpaku biaya. Biaya bisa disesuaikan,” ujarnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!