Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Empati pada Anak di Era Digital
Sabtu, 12 Juli 2025 - 14:09 WIB
“Banyak remaja hari ini hidup di bawah tekanan ekspektasi media sosial dan perkembangan zaman yang cepat. Mereka dituntut selalu tampil sempurna, padahal fondasi yang diperlukan adalah rasa percaya diri dan empati yang tumbuh sejak kecil. Anak perlu belajar mengenal dirinya, mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan tepat, serta memahami orang lain. Inilah dasar wellbeing mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan bahagia,” jelasnya.
Baca juga: Jelang Kompetisi di Jepang, PENABUR Children Choir Gelar Konser Voices of Light
Untuk menjawab tantangan ini, Stala Psychological Centre meluncurkan KidsFluence, sebuah program edukatif dan menyenangkan untuk membangun keberanian berbicara, empati, dan kepemimpinan sejak dini. Program ini telah dilaksanakan pada 7–11 Juli 2025 di Children’s House Cendekia Harapan, Jimbaran, dan akan dibuka kembali setiap tiga bulan sekali untuk batch berikutnya.
Program ini dirancang dengan metode SHINE (Smile, Hello, Introduce, Name, Engage) yang melatih anak untuk menyapa dengan percaya diri, serta INSPIRE (Introduction, Need, Story, Point, Impact, Request, Ending) agar mereka dapat menyampaikan gagasan secara terstruktur dan menarik.
Selama lima hari, anak-anak diajak bermain ice-breaking, role play, latihan berbagai level suara, hingga menyusun Hero Action Plan, yaitu rencana aksi sederhana untuk membantu orang lain. Hari terakhir diakhiri dengan Celebration Day, di mana anak tampil di depan orang tua dan teman-temannya, menunjukkan keberanian dan kepedulian yang telah mereka pelajari.
Baca juga: Jelang Kompetisi di Jepang, PENABUR Children Choir Gelar Konser Voices of Light
Untuk menjawab tantangan ini, Stala Psychological Centre meluncurkan KidsFluence, sebuah program edukatif dan menyenangkan untuk membangun keberanian berbicara, empati, dan kepemimpinan sejak dini. Program ini telah dilaksanakan pada 7–11 Juli 2025 di Children’s House Cendekia Harapan, Jimbaran, dan akan dibuka kembali setiap tiga bulan sekali untuk batch berikutnya.
Program ini dirancang dengan metode SHINE (Smile, Hello, Introduce, Name, Engage) yang melatih anak untuk menyapa dengan percaya diri, serta INSPIRE (Introduction, Need, Story, Point, Impact, Request, Ending) agar mereka dapat menyampaikan gagasan secara terstruktur dan menarik.
Selama lima hari, anak-anak diajak bermain ice-breaking, role play, latihan berbagai level suara, hingga menyusun Hero Action Plan, yaitu rencana aksi sederhana untuk membantu orang lain. Hari terakhir diakhiri dengan Celebration Day, di mana anak tampil di depan orang tua dan teman-temannya, menunjukkan keberanian dan kepedulian yang telah mereka pelajari.
Lihat Juga :