Pendidikan Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus Butuh Afirmasi Nyata
Sabtu, 19 Juli 2025 - 21:20 WIB
Acara diskusi ini juga menayangkan film Mama Jo, karya sutradara Ineu Rahmawati, yang mengangkat kisah inspiratif seorang ibu dalam membesarkan anak dengan cerebral palsy. Film ini menyentuh berbagai aspek penting dalam kehidupan ABK.
Siti Nurbaya menyampaikan apresiasinya terhadap film tersebut dan menyoroti tiga hal Utama, film menunjukkan bahwa cinta seorang ibu adalah kekuatan utama dalam tumbuh kembang ABK. “Menyambut takdir dengan cinta adalah langkah awal dari segalanya,” kata Siti.
Lalu, karakter Jo yang bercita-cita menjadi polisi menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk bermimpi besar. Pendidikan harus menciptakan ruang yang menumbuhkan keunikan setiap anak.
"Film ini menjadi cermin sosial bahwa disabilitas bukanlah hambatan untuk hidup bermakna. Empati dan keberterimaan masyarakat menjadi kunci Utama," jelasnya.
Siti menutup pernyataannya dengan pesan mendalam, “Keikhlasan adalah benih. Keberterimaan adalah tanah. Cinta adalah air. Bersama, mereka menumbuhkan kehidupan.”
Siti Nurbaya menyampaikan apresiasinya terhadap film tersebut dan menyoroti tiga hal Utama, film menunjukkan bahwa cinta seorang ibu adalah kekuatan utama dalam tumbuh kembang ABK. “Menyambut takdir dengan cinta adalah langkah awal dari segalanya,” kata Siti.
Lalu, karakter Jo yang bercita-cita menjadi polisi menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk bermimpi besar. Pendidikan harus menciptakan ruang yang menumbuhkan keunikan setiap anak.
"Film ini menjadi cermin sosial bahwa disabilitas bukanlah hambatan untuk hidup bermakna. Empati dan keberterimaan masyarakat menjadi kunci Utama," jelasnya.
Siti menutup pernyataannya dengan pesan mendalam, “Keikhlasan adalah benih. Keberterimaan adalah tanah. Cinta adalah air. Bersama, mereka menumbuhkan kehidupan.”
(nnz)
Lihat Juga :