Mahasiswa Baru USG Didorong Jadi Problem Solver di Era AI
Jum'at, 19 September 2025 - 15:42 WIB
Dirjen Dikti Kemendiktisaintek Prof. Khairul Munadi memberikan kuliah umum pada kegiatan PKKMB di Kampus A Universitas Sunan Gresik (USG), Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Kamis (18/9/2025). FOTO/IST
GRESIK - Ribuan mahasiswa baru Universitas Sunan Gresik (USG) mendapat pesan inspiratif dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Prof. Khairul Munadi. Pesan itu disampaikan dalam kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus A USG, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur, Kamis (18/9/2025).
Di hadapan sekitar 2.500 mahasiswa angkatan pertama USG, Khairul menegaskan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. "Anak-anak muda inilah yang akan menentukan arah bangsa. Jangan sekadar jadi penonton, tapi jadilah penggerak," ujarnya.
Menurutnya, di era digitalisasi saat ini, mahasiswa mendapatkan begitu banyak kemudahan dalam mengakses sumber pengetahuan. Namun, tidak hanya potensi dan kemudahan yang dihadapi, namun jiuga ada berbagai ancaman dan tantangan yang dihadapi.
"Potensi era digital harus kita maksimalkan sehingga kita harus bisa menyesuaikan bagaimana cara belajar yang sebetulnya. Dulu, itu kita berusaha bagaimana menguasai sumber pengetahuan, tapi sekarang sumber pengetahuan bisa dihasilkan instan. Tantangannya bukan lagi apa yang kita tahu tentang sesuatu, tapi bagaimana kita belajar. Learning how to learn," katanya.
Di hadapan sekitar 2.500 mahasiswa angkatan pertama USG, Khairul menegaskan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. "Anak-anak muda inilah yang akan menentukan arah bangsa. Jangan sekadar jadi penonton, tapi jadilah penggerak," ujarnya.
Menurutnya, di era digitalisasi saat ini, mahasiswa mendapatkan begitu banyak kemudahan dalam mengakses sumber pengetahuan. Namun, tidak hanya potensi dan kemudahan yang dihadapi, namun jiuga ada berbagai ancaman dan tantangan yang dihadapi.
"Potensi era digital harus kita maksimalkan sehingga kita harus bisa menyesuaikan bagaimana cara belajar yang sebetulnya. Dulu, itu kita berusaha bagaimana menguasai sumber pengetahuan, tapi sekarang sumber pengetahuan bisa dihasilkan instan. Tantangannya bukan lagi apa yang kita tahu tentang sesuatu, tapi bagaimana kita belajar. Learning how to learn," katanya.
Lihat Juga :