Pemerintah, Kenapa Bantuan Paket Kuota Tak Kunjung Datang
Minggu, 13 September 2020 - 06:31 WIB
Puluhan siswa di SDK Nelle 1 dan SDK 132 Detung, Sikka, NTT, terpaksa belajar di kebun pisang karena siswanya tak miliki HP dan Internet. Foto/Dok/SINDOnews
LANDAK - Selama pandemi COVID-19, belum ada bantuan pemerintah untuk anak sekolah dasar negeri (SDN) selama bersekolah di rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) . Sementara, orang tua murid paling tidak harus menyediakan kuota internet Rp50 ribu per minggu atau Rp200 ribu sebulan.
"Seminggu paling tidak Rp50 ribu untuk kuota, memang lebih murah kalau pakai wifi, tapi di sini wifi lelet," kata Dedo orang tua murid yang anaknya kelas 3 SD Negeri di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (12/9). (Baca juga: Baru Terdata 50 Persen, Proses Input No Ponsel Masih Terkendala )
Anaknya Dedo yang bernama Mory, selama pandemi sejak Maret lalu belajar di rumah. Menurut Dedo, guru memberikan materi pelajaran lewat WA (whats app) begitu juga dengan soal-soal ulangan bila ujian.
Kebetulan di daerah Dedo di Ngabang akses internet mobile cukup mampu membantu jalannya proses belajar mengajar lewat hape ini. Sinyal internet mobile cukup baik. (Baca juga: Segera yang Belum Kirim Data No Ponsel, Ditunggu hingga 15 September )
"Seminggu paling tidak Rp50 ribu untuk kuota, memang lebih murah kalau pakai wifi, tapi di sini wifi lelet," kata Dedo orang tua murid yang anaknya kelas 3 SD Negeri di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (12/9). (Baca juga: Baru Terdata 50 Persen, Proses Input No Ponsel Masih Terkendala )
Anaknya Dedo yang bernama Mory, selama pandemi sejak Maret lalu belajar di rumah. Menurut Dedo, guru memberikan materi pelajaran lewat WA (whats app) begitu juga dengan soal-soal ulangan bila ujian.
Kebetulan di daerah Dedo di Ngabang akses internet mobile cukup mampu membantu jalannya proses belajar mengajar lewat hape ini. Sinyal internet mobile cukup baik. (Baca juga: Segera yang Belum Kirim Data No Ponsel, Ditunggu hingga 15 September )
Lihat Juga :