Kemendikdasmen Inisiasi Matematika Gembira, Guru: Selama Ini Saya Miskonsepsi
Sabtu, 22 November 2025 - 12:35 WIB
Arief Kurniawan, guru kelas 1 yang telah mengabdi selama 23 tahun, membagikan pengalamannya setelah mendapatkan pelatihan Matematika Gembira.
Ia menjelaskan, program ini merupakan gebrakan baru yang mengubah miskonsepsi dalam mengajar. Model baru yang ia terapkan kini berfokus pada pengalaman nyata murid sehari-hari (kontekstual) sebelum masuk ke konsep.
“Selama ini saya ternyata miskonsepsi. Selama mengajar itu kita mengajar murid itu konsep dulu, lalu kontekstual. Ternyata itu membuat anak-anak selanjutnya di tahap berikutnya itu jadi takut,” kata Arief Kurniawan.
Dengan perubahan metode ini, ia merangkum prinsip utama Matematika Gembira: mengajak murid mengkontekstualkan suatu materi, sehingga mengubah pandangan bahwa matematika itu menakutkan. Metode ini didukung oleh alur GEMBIRA dan memastikan tahapan dari konkret, visual, hingga abstrak.
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah Terbaik Buat Jadi Data Analyst Profesional
Menurut Arief, kini murid kelas 1 sangat antusias dan tertarik untuk datang ke sekolah karena memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai media belajar.
Ia menjelaskan, program ini merupakan gebrakan baru yang mengubah miskonsepsi dalam mengajar. Model baru yang ia terapkan kini berfokus pada pengalaman nyata murid sehari-hari (kontekstual) sebelum masuk ke konsep.
“Selama ini saya ternyata miskonsepsi. Selama mengajar itu kita mengajar murid itu konsep dulu, lalu kontekstual. Ternyata itu membuat anak-anak selanjutnya di tahap berikutnya itu jadi takut,” kata Arief Kurniawan.
Dengan perubahan metode ini, ia merangkum prinsip utama Matematika Gembira: mengajak murid mengkontekstualkan suatu materi, sehingga mengubah pandangan bahwa matematika itu menakutkan. Metode ini didukung oleh alur GEMBIRA dan memastikan tahapan dari konkret, visual, hingga abstrak.
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah Terbaik Buat Jadi Data Analyst Profesional
Menurut Arief, kini murid kelas 1 sangat antusias dan tertarik untuk datang ke sekolah karena memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai media belajar.
Lihat Juga :