PB PGRI Serukan Pentingnya Anggaran Pendidikan dan Guru di Seminar Internasional
Kamis, 11 Desember 2025 - 14:05 WIB
PGRI juga menyoroti situasi guru di Indonesia, khususnya banyaknya guru honorer serta perbedaan perlakuan antara guru negeri dan swasta. Karena itu, kampanye “Go Public Fund Education” menekankan perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap kepastian kerja, kesejahteraan, profesionalisme, dan perlindungan guru.
“Ini pentingnya kampanye ini. Pendidikan adalah hak dan masa depan bangsa, dan kita memperjuangkannya dengan cara Indonesia,” tegas Unifah.
Baca juga: Kurikulum Pembelajaran di Sekolah Terdampak Bencana Sumatera Disederhanakan
Dalam sesi internasional, Anand Singh, Regional Director of Education International Asia-Pacific (EIAP), menyampaikan bahwa dunia tengah menghadapi krisis kekurangan guru terbesar dalam sejarah. UNESCO mencatat kebutuhan 44 juta guru untuk mencapai pendidikan dasar dan menengah universal pada 2030, termasuk 18 juta di Asia Pasifik.
“Krisis ini diperburuk oleh pendanaan yang tidak memadai, gaji rendah, buruknya kondisi kerja, serta menurunnya minat generasi muda untuk menjadi guru,” ujar Anand.
Ia menambahkan bahwa Panel Tingkat Tinggi PBB tentang Profesi Guru 2024 telah menawarkan solusi berupa gaji layak, keamanan kerja, otonomi guru, kondisi kerja yang baik, perlindungan sosial, serta peningkatan kesejahteraan. Negara seperti Nepal dan Mongolia telah menunjukkan perubahan nyata setelah melakukan kenaikan gaji besar bagi guru.
“Ini pentingnya kampanye ini. Pendidikan adalah hak dan masa depan bangsa, dan kita memperjuangkannya dengan cara Indonesia,” tegas Unifah.
Baca juga: Kurikulum Pembelajaran di Sekolah Terdampak Bencana Sumatera Disederhanakan
Dalam sesi internasional, Anand Singh, Regional Director of Education International Asia-Pacific (EIAP), menyampaikan bahwa dunia tengah menghadapi krisis kekurangan guru terbesar dalam sejarah. UNESCO mencatat kebutuhan 44 juta guru untuk mencapai pendidikan dasar dan menengah universal pada 2030, termasuk 18 juta di Asia Pasifik.
“Krisis ini diperburuk oleh pendanaan yang tidak memadai, gaji rendah, buruknya kondisi kerja, serta menurunnya minat generasi muda untuk menjadi guru,” ujar Anand.
Ia menambahkan bahwa Panel Tingkat Tinggi PBB tentang Profesi Guru 2024 telah menawarkan solusi berupa gaji layak, keamanan kerja, otonomi guru, kondisi kerja yang baik, perlindungan sosial, serta peningkatan kesejahteraan. Negara seperti Nepal dan Mongolia telah menunjukkan perubahan nyata setelah melakukan kenaikan gaji besar bagi guru.
Lihat Juga :