Kisah Haru Dua Santri Aceh Tembus Banjir dan Longsor Demi Kuliah di Al Azhar Mesir

Sabtu, 20 Desember 2025 - 09:13 WIB
Hal ini karena hujan lebat yang memicu banjir dan longsor sejak akhir November 2025 memutus akses wilayah serta melumpuhkan jaringan internet. Hingga akhirnya, dengan memanfaatkan akses Wi-Fi seadanya di kantor keuchik, ia berhasil menghubungi panitia IKAT Aceh dan memastikan jadwal keberangkatan ke Mesir pada 17 Desember 2025.

Bersama kedua orang tuanya, Khalis berupaya mencari jalur menuju Banda Aceh. Namun seluruh akses darat (melalui Bireuen, Beutong Ateuh, hingga Simpang KKA) terputus. Opsi berjalan kaki puluhan kilometer dinilai terlalu berisiko di tengah kondisi darurat.

Harapan kembali muncul ketika Khalis memperoleh kabar adanya penerbangan darurat TNI dari Bandara Rembele, Bener Meriah. Dengan penuh doa, ia dan keluarganya menuju bandara tersebut.

Namun ujian belum berakhir. Kapasitas pesawat terbatas, penumpang membludak, dan prioritas diberikan kepada warga dengan kondisi medis darurat. Seharian penuh Khalis menunggu tanpa kepastian.

Sore hari, penerbangan Hercules dinyatakan selesai sementara namanya belum juga dipanggil. Tawaran terbang ke Medan menggunakan pesawat komersial terpaksa ditolak karena harga tiket yang melonjak tinggi. Khalis memilih bersabar dan bertawakal.

Usai menunaikan salat Ashar, kabar baik datang. Pihak bandara mengumumkan penerbangan tambahan menuju Banda Aceh menggunakan helikopter. Ketika banyak calon penumpang telah pulang karena lelah menunggu, Khalis justru mendapatkan kesempatan itu.

Malam harinya, Khalis akhirnya tiba di Banda Aceh. Dengan hati penuh syukur, ia bersiap melanjutkan perjalanan menuju Al Azhar Mesir sesuai jadwal.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!