Siswa SWA Kembangkan Perangkat AI untuk Pemulihan Bicara Pasien Stroke dan ALS

Rabu, 07 Januari 2026 - 18:00 WIB
Berdasarkan data teknis pengembangannya, LUMA berfungsi menerjemahkan intensi pengguna menjadi ucapan verbal. Perangkat ini bekerja dengan membaca sinyal EEG dan pola kedipan mata, kemudian mengonversinya menjadi kode Morse. Data tersebut diproses melalui model bahasa AI yang didukung deteksi objek secara real-time.

Baca juga: Teror Digital di Platform X: Saat AI Grok Milik Elon Musk Menelanjangi Wanita dan Anak Tanpa Ampun

Hasil terjemahan ditampilkan sebagai saran frasa kontekstual melalui kacamata augmented-reality (AR) sebelum disuarakan oleh perangkat. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menyampaikan kebutuhan, emosi, dan pemikiran secara lisan.

Salah satu aspek utama dari pengembangan LUMA adalah faktor biaya produksi. Perangkat ini direkayasa dengan estimasi biaya produksi sebesar Rp10 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan biaya sistem antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) dan pelacakan mata yang umum beredar di pasaran, yang berkisar antara Rp150 juta hingga Rp210 juta.

Pasca kompetisi, tim SWA RoboKnights kini melangkah ke tahap kolaborasi dengan rumah sakit dan pusat kesehatan. Fokus tim saat ini adalah melakukan pengujian perangkat LUMA kepada pasien nyata untuk memvalidasi fungsi alat dalam lingkungan medis.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!