Kisah Stephanus Widjanarko, Alumni ITB yang Sukses Menembus Panggung Formula 1

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:15 WIB
Namun, gelar magister dari universitas ternama Eropa tidak serta-merta membuka pintu ke dunia Formula 1. Stephanus harus membuktikan kapasitas teknisnya terlebih dahulu di berbagai sektor industri berteknologi tinggi.

Berproses di Industri Energi dan Dirgantara



Sebelum menjejakkan kaki di grid F1, Stephanus mengasah keahlian di Vestas Wind Systems (Denmark), tempat ia terlibat dalam desain bilah turbin angin dan riset aerodinamika tingkat lanjut. Ia juga melakukan riset di National Aerospace Laboratory (NLR) Belanda, memperdalam applied Computational Fluid Dynamics (CFD) dan prinsip aerodinamika kompleks.

Baca juga: Rapor Langganan Merah dan IPK 2,6 di ITB, Kini Bisa Jadi Dosen di Nottingham Inggris

Bahkan, demi memperkaya pengalaman praktis, ia sempat magang sebagai drilling engineer di industri migas. Fase ini menunjukkan karakter Stephanus sebagai insinyur yang adaptif, rendah hati, dan siap bekerja keras sebelum masuk ke level kompetisi tertinggi.

12 Tahun di Grid Formula 1 Bersama Toro Rosso dan AlphaTauri



Kerja keras tersebut terbayar ketika Stephanus mulai bekerja di grid Formula 1 sejak 2013. Selama lebih dari satu dekade (2013–2025), ia menghabiskan kariernya di Italia bersama Scuderia Toro Rosso yang kemudian berevolusi menjadi AlphaTauri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!