TurtleSafe Karya Mahasiswa UNEJ Tembus Forum Internasional

Jum'at, 30 Januari 2026 - 16:40 WIB
"Kami menyadari bahwa efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah dapat mempengaruhi kecepatan dan kualitas penanggulangan bencana, yang mengakibatkan penderitaan lebih lama bagi masyarakat, seperti yang terjadi saat banjir besar yang menumpuk lumpur setinggi rumah di Sumatera,” tambahnya.

Arsy juga menambahkan alasan tim mengangkat tema ini, “Karena posisi Indonesia sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi ke-2 di dunia setelah Filipina serta terdapat beberapa alasan mendalam seperti kerentanan gegografis, dilema konstitusional, dan ketergantungan anggaran dimana anggaran BNPB sangat bergantung pada APBN, sehingga sangat rentan terhadap perubahan kebijakan fiskal pusat,” imbuhnya.

Melalui riset ini tim memberikan beberapa metode inovasi yang dapat diterapkan untuk menanggulangi dampak efisiensi anggaran pada bencana.

"Kami menerapkan keterbaruan penggunaan metode Cost-Benefit Analysis (CBA), Net Present Value (NPV), dan Value of Statistical Life (VSL) untuk menilai dampak pemotongan anggaran kebencanaan dengan pertimbangan tingkat kerentanan wilayah di Indonesia," jelas Arsy.

Topik yang mereka angkat ini memiliki nilai positif bagi penilaian juri, karena selain isu topik yang diangkat masih hangat dan menarik, selain itu juga memberikan nilai tambah yang membuat presentasi tim lebih relevan dan aktual.

“Kami percaya bahwa salah satu faktor yang membuat kami menonjol adalah kemampuan memprediksi dampak buruk dari kebijakan efisiensi anggaran terhadap penanggulangan bencana, yang kebetulan terjadi saat kami mempresentasikan topik tersebut," jelasnya.

"Kami merasa ini memberikan nilai tambah yang membuat presentasi kami lebih relevan dengan kondisi aktual, serta menggugah perhatian banyak pihak terhadap pentingnya anggaran yang memadai,” pungkas Arsy.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!