Kisah Nadiya, Wisudawan UNEJ dan Calon Dokter Gigi yang Jadi Lulusan Terbaik
Sabtu, 07 Februari 2026 - 20:00 WIB
Dengan empat anak yang masih menempuh pendidikan—dua di antaranya masih duduk di bangku sekolah dasar—beban ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua Nadiya. Meski demikian, kedua orang tuanya tidak pernah membiarkan keterbatasan menjadi alasan untuk menyerah.
“Sebagai anak pertama, saya tahu betul kesulitan mereka membiayai empat anaknya yang semuanya masih bersekolah. Orang tua selalu melarang kami memikirkan biaya jika itu menyangkut biaya sekolah atau kuliah. Mereka selalu mengatakan biaya sekolah pasti akan dicarikan berapapun itu. Sebagai anak, hal yang bisa kita balas adalah dengan memberikan yang terbaik dan hasil yang baik, supaya kerja keras mereka tidak sia sia,” ungkapnya.
Bagi Nadiya, pengorbanan tersebut kerap menghadirkan dilema emosional. Ia mengaku sering merasa berat bahkan tak ragu meneteskan air mata saat harus meminta biaya untuk kebutuhan kuliah.
Namun, orang tuanya selalu menegaskan agar anak-anak tidak pernah merasa terbebani oleh persoalan biaya pendidikan. Sikap tersebut justru menumbuhkan rasa tanggung jawab dan tekad kuat dalam diri Nadiya untuk membuktikan bahwa setiap pengorbanan orang tuanya tidak akan sia-sia.
Nadiya meninggalkan pesan untuk mahasiswa yang saat ini masih menempuh studi, “Tidak semua yang kita harapkan dapat kita raih, tetapi percayalah semua usaha yang kita lakukan tidak akan mengkhianati kita. Semua yang kita dapatkan adalah yang terbaik yang tuhan berikan untuk kita. Jangan pernah patah semangat, terus berusaha menjadi yang terbaik yang bisa kita lakukan,” pungkasnya.
“Sebagai anak pertama, saya tahu betul kesulitan mereka membiayai empat anaknya yang semuanya masih bersekolah. Orang tua selalu melarang kami memikirkan biaya jika itu menyangkut biaya sekolah atau kuliah. Mereka selalu mengatakan biaya sekolah pasti akan dicarikan berapapun itu. Sebagai anak, hal yang bisa kita balas adalah dengan memberikan yang terbaik dan hasil yang baik, supaya kerja keras mereka tidak sia sia,” ungkapnya.
Bagi Nadiya, pengorbanan tersebut kerap menghadirkan dilema emosional. Ia mengaku sering merasa berat bahkan tak ragu meneteskan air mata saat harus meminta biaya untuk kebutuhan kuliah.
Namun, orang tuanya selalu menegaskan agar anak-anak tidak pernah merasa terbebani oleh persoalan biaya pendidikan. Sikap tersebut justru menumbuhkan rasa tanggung jawab dan tekad kuat dalam diri Nadiya untuk membuktikan bahwa setiap pengorbanan orang tuanya tidak akan sia-sia.
Nadiya meninggalkan pesan untuk mahasiswa yang saat ini masih menempuh studi, “Tidak semua yang kita harapkan dapat kita raih, tetapi percayalah semua usaha yang kita lakukan tidak akan mengkhianati kita. Semua yang kita dapatkan adalah yang terbaik yang tuhan berikan untuk kita. Jangan pernah patah semangat, terus berusaha menjadi yang terbaik yang bisa kita lakukan,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :