Jejak Pendidikan Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel
Minggu, 01 Maret 2026 - 17:43 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei. Foto/X @khamanei_ir.
JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran , Ayatollah Ali Khamenei , resmi dinyatakan tewas dalam serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat, demikian diumumkan oleh media pemerintah Iran, termasuk IRNA.
Pemerintah Iran menyatakan Khamenei “gugur sebagai syahid” dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya kepada negara dan revolusi Iran.
Baca juga: Ini 4 Calon Pengganti setelah Khamenei Tewas di Tangan AS-Israel
Ayatollah Ali Khamenei, lahir pada 19 April 1939 di kota suci Mashhad, Provinsi Khorasan, merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dan kontroversial dalam sejarah modern Iran, memimpin negara sejak 1989 setelah wafatnya pendahulunya, Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Selama masa kepemimpinannya yang berlangsung lebih dari tiga dekade, ia memandu Iran melewati periode pasca Perang Iran–Irak, sanksi internasional yang berat, dinamika diplomasi global, gelombang protes domestik, hingga konfrontasi yang semakin intens dengan Washington dan Tel Aviv.
Pemerintah Iran menyatakan Khamenei “gugur sebagai syahid” dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya kepada negara dan revolusi Iran.
Baca juga: Ini 4 Calon Pengganti setelah Khamenei Tewas di Tangan AS-Israel
Ayatollah Ali Khamenei, lahir pada 19 April 1939 di kota suci Mashhad, Provinsi Khorasan, merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dan kontroversial dalam sejarah modern Iran, memimpin negara sejak 1989 setelah wafatnya pendahulunya, Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Selama masa kepemimpinannya yang berlangsung lebih dari tiga dekade, ia memandu Iran melewati periode pasca Perang Iran–Irak, sanksi internasional yang berat, dinamika diplomasi global, gelombang protes domestik, hingga konfrontasi yang semakin intens dengan Washington dan Tel Aviv.
Lihat Juga :