Jejak Pendidikan Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel
Minggu, 01 Maret 2026 - 17:43 WIB
Baca juga: Khamenei Disebut Jalankan 'Negara dalam Negara' via Jaringan Rahasia 4.000 Orang di Iran
Dikutip dari laman Khamenei.IR, Khamenei lahir dalam keluarga yang sederhana; ayahnya, Sayyed Javad Khamenei, adalah seorang ulama Islam yang mengajarkan hidup sederhana dan dedikasi terhadap ilmu agama kepada seluruh anggota keluarga.
Pada usia empat tahun, Ali dan kakaknya mulai belajar di maktab (sekolah primer tradisional) untuk mempelajari Huruf Arab dan Al-Qur’an sebelum memasuki sekolah Islam modern yang baru dibuka.
Baca juga: Donald Trump: 'Khamenei, Salah Satu Orang Paling Jahat dalam Sejarah, Telah Meninggal'
Setelah menamatkan pendidikan dasar, ia melanjutkan studi di seminari teologis di Mashhad, di mana ia menuntaskan kurikulum menengah seperti logika, filsafat, dan fiqh (hukum Islam) dalam waktu hanya lima tahun, waktu yang relatif singkat dibandingkan standar tradisional. Di sinilah, di bawah bimbingan tokoh senior termasuk Ayatollah Milani, ia mengasah pemahaman teologisnya yang mendalam.
Pendidikan Awal dan Fondasi Keagamaan
Dikutip dari laman Khamenei.IR, Khamenei lahir dalam keluarga yang sederhana; ayahnya, Sayyed Javad Khamenei, adalah seorang ulama Islam yang mengajarkan hidup sederhana dan dedikasi terhadap ilmu agama kepada seluruh anggota keluarga.
Pada usia empat tahun, Ali dan kakaknya mulai belajar di maktab (sekolah primer tradisional) untuk mempelajari Huruf Arab dan Al-Qur’an sebelum memasuki sekolah Islam modern yang baru dibuka.
Baca juga: Donald Trump: 'Khamenei, Salah Satu Orang Paling Jahat dalam Sejarah, Telah Meninggal'
Setelah menamatkan pendidikan dasar, ia melanjutkan studi di seminari teologis di Mashhad, di mana ia menuntaskan kurikulum menengah seperti logika, filsafat, dan fiqh (hukum Islam) dalam waktu hanya lima tahun, waktu yang relatif singkat dibandingkan standar tradisional. Di sinilah, di bawah bimbingan tokoh senior termasuk Ayatollah Milani, ia mengasah pemahaman teologisnya yang mendalam.
Lihat Juga :