Sekolah Merdeka Belajar, Guru Harus Kuasai Dasar Pendidikan Inklusif

Jum'at, 18 September 2020 - 13:39 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) , Nadiem Anwar Makarim meninjau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diselenggarakan oleh Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul, Yogyakarta, Kamis (17/9).

Dalam sesi diskusi dengan para kepala sekolah dan guru pendidikan khusus, Nadiem menyampaikan, salah satu target utama Kemendikbud adalah memberikan perhatian yang lebih serius kepada SLB. (Baca juga: 9.511 Pesantren Telah Terima Bantuan Operasional Tahap Pertama )



"Walaupun SLB itu menangani anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi pedagogi dan metodologi pembelajaran yang dilakukan di SLB bisa menjadi panutan atau sumber inspirasi pembelajaran," katanya dalam keterangan tulisnya, Jumat (18/9).

Dia mengungkapkan, pembelajaran di SLB pendekatannya lebih personal, tersegmentasi dan tidak seragam. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan minat, bakat dan kompetensi dari murid-muridnya.

"Dari sisi spektrum merdeka belajar, SLB itu lebih merdeka daripada sekolah umum. Jadi, kita akan memberikan lebih banyak sumber daya dan perhatian lagi sehingga SLB juga bisa membantu sekolah-sekolah lain," ujarnya. (Baca juga: Subsidi Gaji 398.637 Guru Honorer Sudah Cair, Cek Rekening )

Nadiem mengapresiasi dedikasi para guru pendidikan khusus. Ia selalu melihat adanya hubungan batin yang erat antara guru pendidikan khusus dengan muridnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!