Tips Psikolog IPB Atasi Stres saat Lebaran akibat Pertanyaan Sensitif Keluarga
Selasa, 17 Maret 2026 - 12:56 WIB
Ia menjelaskan, ketika suasana Lebaran terasa sangat ramai, penting bagi seseorang untuk mengenali batas dirinya. Misalnya dengan memilih percakapan yang ingin diikuti atau mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri tanpa merasa bersalah.
“Menetapkan batas waktu dan energi untuk bersosialisasi bukan berarti tidak menghargai orang lain, melainkan bentuk upaya menjaga kesehatan mental,” paparnya.
Baca juga: Sering Stres dan Overthinking? Terapkan 5 Cara Ini agar Pikiran Lebih Tenang
Dia juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri di tengah aktivitas silaturahmi. Menurutnya, ruang tersebut diperlukan untuk menjaga kapasitas emosional agar tidak mudah merasa lelah atau tersinggung.
“Memberi ruang bukan berarti menjauh, tetapi cara untuk memelihara kapasitas emosional. Tanpa ruang itu, kita lebih mudah merasa lelah, tersinggung, bahkan merasa kosong meski dikelilingi banyak orang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara kebersamaan dengan keluarga dan waktu untuk diri sendiri sangat penting. Salah satu cara sederhana adalah menyempatkan waktu sejenak untuk diri sendiri, seperti bangun lebih pagi untuk menikmati ketenangan atau beristirahat beberapa menit di kamar.
Tekanan sosial yang muncul saat Lebaran, seperti pertanyaan mengenai pekerjaan atau pencapaian hidup, juga dapat menjadi beban mental. Untuk menyikapinya, Mia menyarankan jawaban yang tetap sopan namun menjaga batas pribadi, misalnya dengan mengatakan, “Masih dalam proses, mohon doanya, ya.”
“Jawaban seperti ini cukup untuk menjaga kenyamanan tanpa harus menjelaskan terlalu banyak,” katanya.
“Menetapkan batas waktu dan energi untuk bersosialisasi bukan berarti tidak menghargai orang lain, melainkan bentuk upaya menjaga kesehatan mental,” paparnya.
Baca juga: Sering Stres dan Overthinking? Terapkan 5 Cara Ini agar Pikiran Lebih Tenang
Dia juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri di tengah aktivitas silaturahmi. Menurutnya, ruang tersebut diperlukan untuk menjaga kapasitas emosional agar tidak mudah merasa lelah atau tersinggung.
“Memberi ruang bukan berarti menjauh, tetapi cara untuk memelihara kapasitas emosional. Tanpa ruang itu, kita lebih mudah merasa lelah, tersinggung, bahkan merasa kosong meski dikelilingi banyak orang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara kebersamaan dengan keluarga dan waktu untuk diri sendiri sangat penting. Salah satu cara sederhana adalah menyempatkan waktu sejenak untuk diri sendiri, seperti bangun lebih pagi untuk menikmati ketenangan atau beristirahat beberapa menit di kamar.
Tekanan sosial yang muncul saat Lebaran, seperti pertanyaan mengenai pekerjaan atau pencapaian hidup, juga dapat menjadi beban mental. Untuk menyikapinya, Mia menyarankan jawaban yang tetap sopan namun menjaga batas pribadi, misalnya dengan mengatakan, “Masih dalam proses, mohon doanya, ya.”
“Jawaban seperti ini cukup untuk menjaga kenyamanan tanpa harus menjelaskan terlalu banyak,” katanya.
Lihat Juga :