ITS Kembangkan Bensin Sawit Rendah Emisi, Solusi Krisis BBM

Rabu, 08 April 2026 - 07:40 WIB
Sistem produksi yang menerapkan zero emission yang dikembangkan tim peneliti ITS ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Hosta juga menerangkan bahwa rancangan inovasinya tersebut didedikasikan untuk kemandirian teknologi Indonesia. Hingga saat ini, teknologi inovasinya sudah diimplementasikan pada mesin-mesin pertanian yang memiliki fleksibilitas modifikasi yang tinggi.

Menurut Hosta, hal ini dipilih karena mesin pertanian lebih terbuka untuk adaptasi dengan bahan bakar alternatif. “Melalui biogasoline sawit ini juga, para petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bensin yang berasal dari minyak bumi yang harganya fluktuatif,” ungkap Hosta.

Ke depannya, Hosta ingin terus mengembangkan inovasinya sehingga dapat terimplementasi lebih luas lagi dengan kapasitas produksi yang lebih besar. Dengan demikian, diharapkan dapat menjawab ancaman krisis energi di Indonesia. Hal tersebut juga turut menjawab SDGs poin ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD mengaku akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, agar produk inovasi ini dapat diuji coba sebagai proyek nasional.

“Minimal dengan adanya inovasi ini akan mengurangi beban Indonesia akan ketergantungan ekspor impor,” tegasnya optimistis
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!