ITS Kembangkan Bensin Sawit Rendah Emisi, Solusi Krisis BBM

Rabu, 08 April 2026 - 07:40 WIB
“Fokus dari inovasi kami ini adalah bagaimana mengonversi minyak mentah kelapa sawit yang padat menjadi produk bensin biogasoline yang siap digunakan,” terang Hosta yang meneliti bersama timnya.

Dalam prosesnya, tim ITS memanfaatkan metode catalytic cracking, yakni teknik pemecahan molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil menggunakan katalis. Awalnya, proses ini menggunakan katalis berbasis alumina (γ-Al₂O₃) yang berperan sebagai “gunting molekuler” untuk memecah trigliserida dalam Crude Palm Oil (CPO) menjadi fraksi hidrokarbon ringan.

Melalui pendekatan ini, konversi biogasoline dapat mencapai sekitar 60 persen, meskipun masih membutuhkan suhu operasi tinggi hingga 420 derajat Celsius.

Pengembangan lebih lanjut kemudian dilakukan dengan menghadirkan katalis bimetalik berbasis nikel oksida (NiO) dan tembaga oksida (CuO) dengan komposisi seimbang. Kombinasi ini bekerja secara sinergis, di mana NiO berperan dalam memutus rantai karbon, sementara CuO membantu menghilangkan kandungan oksigen.

Hasilnya, proses reaksi menjadi lebih efisien dengan penurunan suhu operasi hingga 380 derajat Celsius serta peningkatan rendemen biogasoline hingga mencapai 83 persen.

Produk bensin nabati yang dihasilkan didominasi oleh hidrokarbon rantai pendek pada rentang C5 hingga C11, yang merupakan komponen utama bensin komersial. Selain itu, sebagian produk samping berupa gas dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar pemanas reaktor.

Sementara residu cair yang menyerupai minyak dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif lain, sehingga mendukung konsep produksi yang minim limbah. “Karena karakteristiknya yang menyerupai oli atau minyak jelantah, residu cair itu bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar kompor,” papar Hosta.

Tak hanya unggul secara teknis, Hosta sebagai ketua peneliti menjelaskan bahwa riset ini turut mempertimbangkan life cycle assessment (LCA) dalam prinsip terbarukan dan berkelanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses produksi biogasoline dari CPO memiliki jejak karbon yang sangat rendah, sehingga sejalan dengan prinsip energi bersih dan berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!