UNEJ Teliti Paku Pohon Purba di Ijen Geopark, Kekayaan Alam Bernilai Konservasi Tinggi
Jum'at, 17 April 2026 - 10:20 WIB
Seperti yang dilakukan oleh dua dosen, Fuad Bahrul Ulum dan Dwi Setyati. Keduanya berusaha mendeskripsikan dan meneliti morfologi paku pohon. Mulai dari tinggi batang, warna sisik, bentuk spora hingga bagaimana perkembangbiakannya.
Diharapkan hasil penelitian akan menambah khazanah pengetahuan mengenai tumbuhan paku pohon yang merupakan fosil hidup karena bentuknya yang hampir tidak berubah sejak zaman prasejarah.
“Kami juga meneliti kekayaan sumber daya alam lainnya di Erek-erek Geoforest mulai dari lingkungan, tanaman hingga hewan yang ada, karena memang sungguh luar biasa sehingga bisa menjadi sumber pengetahuan dan peluang riset lanjutan,” imbuh Prof. Hari Sulistyowati yang juga Wakil Dekan I FMIPA.
Tidak heran jika kemudian wilayah Erek-erek Geoforest tergolong High Conservation Value (HCV) atau Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT). KBKT adalah konsep identifikasi nilai biologis, ekologis, sosial, atau budaya yang sangat signifikan di suatu wilayah.
KBKT digunakan untuk melindungi keanekaragaman hayati, jasa ekosistem, dan kebutuhan masyarakat. Begitu pentingnya sehingga semua pihak harus turut menjaga kelestariannya.
“Oleh karena itu kondisi Erek-erek Geoforest harus kita jaga bersama, sebab harta yang tak ternilai bagi wilayah Tapal Kuda,” imbuh Prof. Hari Sulistyowati.
Diharapkan hasil penelitian akan menambah khazanah pengetahuan mengenai tumbuhan paku pohon yang merupakan fosil hidup karena bentuknya yang hampir tidak berubah sejak zaman prasejarah.
“Kami juga meneliti kekayaan sumber daya alam lainnya di Erek-erek Geoforest mulai dari lingkungan, tanaman hingga hewan yang ada, karena memang sungguh luar biasa sehingga bisa menjadi sumber pengetahuan dan peluang riset lanjutan,” imbuh Prof. Hari Sulistyowati yang juga Wakil Dekan I FMIPA.
Tidak heran jika kemudian wilayah Erek-erek Geoforest tergolong High Conservation Value (HCV) atau Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT). KBKT adalah konsep identifikasi nilai biologis, ekologis, sosial, atau budaya yang sangat signifikan di suatu wilayah.
KBKT digunakan untuk melindungi keanekaragaman hayati, jasa ekosistem, dan kebutuhan masyarakat. Begitu pentingnya sehingga semua pihak harus turut menjaga kelestariannya.
“Oleh karena itu kondisi Erek-erek Geoforest harus kita jaga bersama, sebab harta yang tak ternilai bagi wilayah Tapal Kuda,” imbuh Prof. Hari Sulistyowati.
(nnz)
Lihat Juga :