UMM Kukuhkan Guru Besar Baru Bidang Logistik dan Rantai Pasok

Sabtu, 19 September 2020 - 15:46 WIB
“Visibilitas dan transparansi di setiap tahap pemrosesan bahan mentah hingga produk konsumen merupakan proses yang sering hilang,” tegasnya dalam orasi ilmiah yang berjudul Traceability Technology Adoption on Humanitarian and Halal Logistic: Conceptual Framework Perspective, Sabtu (19/9/2020). (Baca juga: ITB AD Siap Jadi Rujukan Internasional Kampus Socio-Technopreneur )

Traceability merupakan kapasitas untuk memverifikasi sejarah, lokasi atau status suatu barang melalui identifikasi terdokumentasi. Sayangnya, penyedia dan penyalur barang sering mengabaikan proses ini. Padahal, apabila proses ini diperhatikan dengan seksama maka dapat meningkatkan kepuasan konsumen.

Selain itu, dosen yang selalu menyempatkan waktu setiap pagi untuk berolahraga di Stadion UMM ini juga mengulas konsep bagaimana konsumen dapat tetap memperoleh produk dengan jaminan halal melalui Manajemen Logistik Halal.

Pria yang membawa program studi Teknik Industri UMM meraih akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) ini sebelumnya juga berfokus pada penyaluran daging halal dari produsen hingga diterima konsumen, khususnya konsumen muslim di Indonesia.

“Proyek Halal Logistics untuk daging itu merupakan salah satu proyek pengabdian masyarakat yang bekerjasama dengan salah satu institusi pendidikan di Australia,” jelasnya.

Sejak lama, dosen UMM yang menyelesaikan pendidikan doktoral di RMIT University, Melbourne, Australia ini berkonsentrasi di bidang Logistik dan Rantai Pasok. Kepakaran yang ia tekuni ini telah membawanya pada berbagai prestasi nasional maupun internasional. Salah satunya, ia telah tersertifikasi ASEAN Engineer pada tahun 2018.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!