Mahasiswa UNY Teliti Daun Bandotan dan Tembelekan Jadi Antimikroba Herbal
Sabtu, 19 September 2020 - 19:56 WIB
“Itulah awal saya melakukan penelitian aktifitas antimikroba daun bandotan dan tembelekan untuk antimikroba (kemampuan menghambat maupun mematikan pertumbuhan mikroba) escherichia coli (bakteri penyebab sakit perut atau diare) dan candida albicans (bakteri penyebab infeksi jamur),” kata Diana, Sabtu (19/9/2020). (Baca juga: Gandeng UNS, Pemkab Magetan Siapkan Lahan Bangun Universitas Negeri )
Diana menjelaskan, berdasarkan penelitian ekstrak daun tembelekan dan bandotan yang telah diujikan terhadap bakteri Escherichia coli menunjukkan adanya aktivitas antibakteri. Hal tersebut dapat dilihat dari zona bening yang terbentuk pada masing-masing medium perlakuan dengan pengamatan selama 48 jam yang diinkubasi pada suhu 37°C.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tembelekan dan bandotan memiliki kemampuan daya hambat yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil pengamatan ke-3 jam zona hambat sudah mulai terbentuk.
“Kontrol positif yang digunakan dalam uji antibakteri adalah kloramfenikol dengan komposisi 60 mg per 10 mL akuades steril,” jelasnya. (Baca juga: Aplikasi Indoor Planting Bawa Mahasiswa ITS Rebut Emas )
Selain itu, ekstrak daun tembelekan dan bandotan mampu menghambat pertumbuhan fungi candida albicans dengan adanya diameter zona hambat. Terlihat pada waktu pengamatan ke-9 jam sudah mulai terbentuk zona bening di sekitar paper disk dan lebih jelas terlihat pada waktu pengamatan ke-18 jam.
Diana menjelaskan, berdasarkan penelitian ekstrak daun tembelekan dan bandotan yang telah diujikan terhadap bakteri Escherichia coli menunjukkan adanya aktivitas antibakteri. Hal tersebut dapat dilihat dari zona bening yang terbentuk pada masing-masing medium perlakuan dengan pengamatan selama 48 jam yang diinkubasi pada suhu 37°C.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tembelekan dan bandotan memiliki kemampuan daya hambat yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil pengamatan ke-3 jam zona hambat sudah mulai terbentuk.
“Kontrol positif yang digunakan dalam uji antibakteri adalah kloramfenikol dengan komposisi 60 mg per 10 mL akuades steril,” jelasnya. (Baca juga: Aplikasi Indoor Planting Bawa Mahasiswa ITS Rebut Emas )
Selain itu, ekstrak daun tembelekan dan bandotan mampu menghambat pertumbuhan fungi candida albicans dengan adanya diameter zona hambat. Terlihat pada waktu pengamatan ke-9 jam sudah mulai terbentuk zona bening di sekitar paper disk dan lebih jelas terlihat pada waktu pengamatan ke-18 jam.
Lihat Juga :