Sosok Prof Jhanghiz Syahrivar, Alumni President University Jadi Guru Besar Termuda
Senin, 04 Mei 2026 - 14:30 WIB
Prof. Dr. Jhanghiz Syahrivar. Foto/President University.
JAKARTA - President University mengukuhkanProf. Dr. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. sebagai Guru Besar pada 21 April 2026. Momen ini menjadi semakin bermakna karena Prof. Jhanghiz merupakan alumni President University angkatan 2005.
Prof. Jhanghiz kini tercatat sebagai Guru Besar termuda di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV yang mencakup provinsi Jawa Barat dan Banten. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan dedikasi dan konsistensi akademik dari sudut pandang individu, tetapi juga menunjukkan kualitas ekosistem pendidikan President University yang mampu mencetak akademisi unggul berdaya saing global.
Baca juga: Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Ia menyelesaikan pendidikan S1 di President University dengan predikat cum laude, kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Tarumanagara (magna cum laude), serta meraih gelar doktor di Corvinus University of Budapest melalui beasiswa Stipendium Hungaricum dengan predikat summa cum laude. Ia juga menjadi mahasiswa asal Indonesia pertama yang menyelesaikan program doktor di universitas tersebut dalam waktu kurang dari empat tahun.
Prof. Jhanghiz kini tercatat sebagai Guru Besar termuda di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV yang mencakup provinsi Jawa Barat dan Banten. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan dedikasi dan konsistensi akademik dari sudut pandang individu, tetapi juga menunjukkan kualitas ekosistem pendidikan President University yang mampu mencetak akademisi unggul berdaya saing global.
Baca juga: Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Ia menyelesaikan pendidikan S1 di President University dengan predikat cum laude, kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Tarumanagara (magna cum laude), serta meraih gelar doktor di Corvinus University of Budapest melalui beasiswa Stipendium Hungaricum dengan predikat summa cum laude. Ia juga menjadi mahasiswa asal Indonesia pertama yang menyelesaikan program doktor di universitas tersebut dalam waktu kurang dari empat tahun.
Lihat Juga :