Sosok Prof Jhanghiz Syahrivar, Alumni President University Jadi Guru Besar Termuda
Senin, 04 Mei 2026 - 14:30 WIB
Lebih jauh, ia menegaskan perlunya pergeseran paradigma dalam ilmu pemasaran dari sekadar menjawab “apa yang efektif” atau “apa yang menguntungkan perusahaan”, menjadi pertanyaan yang lebih mendasar, yaitu “apa yang adil, pantas, dan bertanggung jawab.” Menurutnya, pemasaran harus dipahami sebagai bagian dari sistem sosial yang lebih luas, yang berkaitan erat dengan struktur, institusi, serta dinamika kekuasaan dalam masyarakat.
Dalam konteks Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan religius, pendekatan ini menjadi semakin relevan. Ia menegaskan bahwa pemasaran memiliki tanggung jawab publik untuk tidak hanya melayani kepentingan pasar, tetapi juga kepentingan masyarakat secara luas.
“Jika pemasaran diajarkan dan dipraktikkan tanpa keberanian moral, ia akan menjadi disiplin yang efisien tapi hampa. Namun, jika dibangun di atas tanggung jawab sosial dan etika, pemasaran dapat menjadi salah satu kekuatan paling berpengaruh dalam membentuk masa depan bangsa,” tutupnya.
Rektor President University, Handa Abidin, turut menyoroti makna simbolis dari pencapaian ini bagi institusi. “18 tahun lalu, beliau lulus sebagai mahasiswa President University. Hari ini, beliau kembali ke President University sebagai seorang profesor. Ini membuktikan bahwa President University mampu melahirkan Guru Besar dari alumninya sendiri,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini semakin istimewa karena Prof. Jhanghiz merupakan salah satu yang termuda, bahkan yang termuda di area LLDIKTI Wilayah IV.
Dalam konteks Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan religius, pendekatan ini menjadi semakin relevan. Ia menegaskan bahwa pemasaran memiliki tanggung jawab publik untuk tidak hanya melayani kepentingan pasar, tetapi juga kepentingan masyarakat secara luas.
“Jika pemasaran diajarkan dan dipraktikkan tanpa keberanian moral, ia akan menjadi disiplin yang efisien tapi hampa. Namun, jika dibangun di atas tanggung jawab sosial dan etika, pemasaran dapat menjadi salah satu kekuatan paling berpengaruh dalam membentuk masa depan bangsa,” tutupnya.
Rektor President University, Handa Abidin, turut menyoroti makna simbolis dari pencapaian ini bagi institusi. “18 tahun lalu, beliau lulus sebagai mahasiswa President University. Hari ini, beliau kembali ke President University sebagai seorang profesor. Ini membuktikan bahwa President University mampu melahirkan Guru Besar dari alumninya sendiri,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini semakin istimewa karena Prof. Jhanghiz merupakan salah satu yang termuda, bahkan yang termuda di area LLDIKTI Wilayah IV.
(nnz)
Lihat Juga :