Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:51 WIB
“Banyak yang bilang, ‘Ngapain sekolah tinggi-tinggi, nanti ujungnya di dapur juga.’ Tapi saya ingin membuktikan bahwa perempuan, dari latar belakang ekonomi apa pun, berhak memiliki intelektualitas. BIB Kemenag memberikan saya kesempatan itu. Beasiswa ini bukan hanya soal uang SPP, tapi soal martabat dan kepercayaan bahwa negara hadir untuk anak-anak seperti saya,” tandas istri dari Abdus Salam ini.

Dalam disertasinya, Dr Mamluatur Rahmah meneliti fenomena psikologis mengenai kecemasan kematian pada lansia di Pondok Pesantren Payaman, Magelang. Para penguji memberikan apresiasi tinggi atas kemampuannya mengintegrasikan teori tasawuf dan psikologi dengan realitas lapangan secara tajam.

Kini, keberhasilan Rahmah menjadi oase penyejuk sekaligus bukti nyata bagi anak-anak buruh di seluruh pelosok negeri bahwa keterbatasan finansial bukanlah akhir dari segalanya.

“Jangan pernah membatasi mimpi kalian hanya karena melihat dompet orang tua. Selama ada peluang dan kemauan, pasti ada jalan. Pemerintah sudah menyediakan banyak fasilitas seperti BIB ini. Tugas kita hanya satu, belajar lebih keras dari orang lain dan jangan pernah melupakan doa orang tua,” pungkasnya.

Dr Mamluatur Rahmah kini kembali ke dunia akademik dan masyarakat dengan identitas baru. Bukan lagi sekadar anak buruh yang dipandang sebelah mata, melainkan seorang intelektual yang siap membawa perubahan nyata bagi bangsa.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!