FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:14 WIB
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi terumbu karang di perairan Tanjung Sekeben yang mengalami kerusakan akibat aktifitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, yaitu dengan penggunaan potasium dan bom ikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal, kawasan tersebut dulunya dikenal sebagai habitat laut yang kaya akan terumbu karang dan berbagai jenis ikan.

Baca juga: Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ

"Kami menemukan bahwa sebagian kawasan yang dulunya penuh terumbu karang kini hanya menyisakan hamparan kosong seperti lapangan. Karena itu, restorasi ini menjadi upaya untuk mengembalikan kehidupan yang pernah ada di sana," ungkap Ratna, melalui siaran pers, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Menariknya, upaya pemulihan lingkungan ini tidak hanya melibatkan akademisi, sektor usaha dan aparat keamanan. Kolaborasi tersebut turut diperkuat oleh UPT Pelabuhan Muncar - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan kelompok nelayan setempat. Sinergi berbagai pihak ini menunjukkan bahwa menjaga laut bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan kerja bersama berbagai pihak.

"Restorasi terumbu karang tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat karena prosesnya panjang dan membutuhkan sumber daya yang besar. Dukungan dari PT Autore Pearl Culture menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana secara berkelanjutan," jelasnya.

Dalam kegiatan restorasi tahun ini, tim menerjunkan 30 kerangka berbentuk spider yang telah dipasangi 750 bibit terumbu karang. Kerangka tersebut ditempatkan pada kedalaman 7 hingga 10 meter di zona yang dianggap sebagai lokasi paling ideal untuk pertumbuhan karang karena masih mendapatkan intensitas cahaya matahari yang cukup.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!