IPB University Latih Puluhan Calon 'Dokter Pohon' Profesional
Rabu, 23 September 2020 - 10:12 WIB
IPB University mengadakan pelatihan teknik pemeriksaan pohon di lanskap kota secara daring. Foto/ist
JAKARTA - Kluster Riset Arborikultur IPB University melalui Program Abdimas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University mengadakan pelatihan teknik pemeriksaan pohon di lanskap kota secara daring belum lama ini.
Kegiatan pelatihan turut mendapat dukungan dari Masyarakat Arborikultur Indonesia (MArI) dan diikuti oleh 36 peserta yang merupakan pecinta pohon, pengelola ruang terbuka hijau, pengelola kawasan properti dan industri, serta peneliti pohon.
Ketua Kluster Riset Arborikultur IPB University, Prof Dr Dodi Nandika mengungkapkan penyelenggaraan pelatihan ini bukan yang pertama kalinya. Kegiatan serupa telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya dan merupakan salah satu bentuk layanan IPB University kepada masyarakat, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan properti atau industri yang mengelola ruang terbuka hijau. (Baca juga: Mahasiswa ITS Asal Kebumen Ciptakan Aplikasi Tukar Sampah NUKERTRASH )
“Pelatihan ini diperuntukkan bagi yang memang membutuhkan pengetahuan dan teknik mutakhir untuk pemeriksaan kesehatan pohon dan perawatannya agar pohon atau pepohonan yang mereka miliki dan kelola tetap sehat dan tidak mudah tumbang, apalagi menjelang musim hujan seperti saat ini,” ungkap dosen IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (22/9).
Kegiatan pelatihan diselenggarakan mengingat saat ini budaya menanam pohon di lanskap kota telah berkembang. Tidak hanya itu, jumlah pohon di berbagai kota dan kawasan properti juga terus meningkat, bahkan pengetahuan dan teknologi pemeriksaan kesehatan pohon dengan berbagai peralatan mutakhir juga berkembang pesat.
Sejalan dengan itu, cekaman lingkungan terhadap pohon di lanskap kota juga makin serius termasuk akibat pencemaran lingkungan dan vandalisme. Namun demikian, ketersediaan tenaga arboris atau “dokter pohon” profesional masih sangat kurang, bahkan hampir tidak ada. (Baca juga: IPB University Gelar International Summer Course Pertanian Tropis )
Kegiatan pelatihan turut mendapat dukungan dari Masyarakat Arborikultur Indonesia (MArI) dan diikuti oleh 36 peserta yang merupakan pecinta pohon, pengelola ruang terbuka hijau, pengelola kawasan properti dan industri, serta peneliti pohon.
Ketua Kluster Riset Arborikultur IPB University, Prof Dr Dodi Nandika mengungkapkan penyelenggaraan pelatihan ini bukan yang pertama kalinya. Kegiatan serupa telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya dan merupakan salah satu bentuk layanan IPB University kepada masyarakat, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan properti atau industri yang mengelola ruang terbuka hijau. (Baca juga: Mahasiswa ITS Asal Kebumen Ciptakan Aplikasi Tukar Sampah NUKERTRASH )
“Pelatihan ini diperuntukkan bagi yang memang membutuhkan pengetahuan dan teknik mutakhir untuk pemeriksaan kesehatan pohon dan perawatannya agar pohon atau pepohonan yang mereka miliki dan kelola tetap sehat dan tidak mudah tumbang, apalagi menjelang musim hujan seperti saat ini,” ungkap dosen IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (22/9).
Kegiatan pelatihan diselenggarakan mengingat saat ini budaya menanam pohon di lanskap kota telah berkembang. Tidak hanya itu, jumlah pohon di berbagai kota dan kawasan properti juga terus meningkat, bahkan pengetahuan dan teknologi pemeriksaan kesehatan pohon dengan berbagai peralatan mutakhir juga berkembang pesat.
Sejalan dengan itu, cekaman lingkungan terhadap pohon di lanskap kota juga makin serius termasuk akibat pencemaran lingkungan dan vandalisme. Namun demikian, ketersediaan tenaga arboris atau “dokter pohon” profesional masih sangat kurang, bahkan hampir tidak ada. (Baca juga: IPB University Gelar International Summer Course Pertanian Tropis )
Lihat Juga :