IPB University Latih Puluhan Calon 'Dokter Pohon' Profesional

Rabu, 23 September 2020 - 10:12 WIB
Oleh karena itu, sejak lima tahun lalu IPB University mendorong terbentuknya Kluster Riset Arborikultur, dan menjadi inisiator pembentukan Masyarakat Arborikultur Indonesia (MArI). Kehadiran kelompok peneliti dan kelompok peminat pohon tersebut ternyata mendapat respons positif dari masyarakat pencinta pohon, pengelola kawasan properti dan industri, serta beberapa pemerintah daerah, bahkan beberapa kedutaan besar di Jakarta.

Ketua MArI yang juga dosen IPB University dari Fahutan, Prof Dr Iskandar Z Siregar menyatakan arborikultur dapat menjadi industri baru di Indonesia. Buktinya, arboris IPB University secara berkala diminta melakukan pemeriksaan kesehatan pohon di berbagai kota dan berbagai kawasan industri, kawasan wisata serta kawasan properti, bahkan sampai diminta jasanya memeriksa kesehatan pohon di Singapura.

“Lebih menarik lagi, tahun lalu, suatu yayasan internasional yang berkedudukan di London, Inggris meminta jasa arboris IPB University untuk memeriksa kesehatan sejumlah pohon besar dan berumur tua (large and old trees) di pemakaman tentara asing di Ambon,” jelas Prof Iskandar.

Sementara, Prof Dr Lina Karlinasari, anggota Persatuan Arborikultur Malaysia (PArM) yang juga dosen IPB University dari Fahutan mengungkapkan IPB University memang pantas menyelenggarakan pelatihan ini karena memiliki dosen dengan kepakaran arborikultur.

Di samping memiliki peralatan mutakhir untuk pemeriksaan kesehatan pohon serta memiliki kerja sama dengan beberapa orang pemanjat pohon (Tree Climbers) profesional. Ke depan, IPB University juga akan menyelenggarakan berbagai pelatihan lain terkait bidang arborikultur termasuk pelatihan panjat pohon profesional.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!