Pendidikan Online di Tengah Corona Beri Tantangan Guru agar Lebih Kreatif
Rabu, 15 April 2020 - 13:45 WIB
"Pembelajaran jarak jauh (online classroom) sebenarnya memberikan tantangan tersendiri bagi guru-guru Kharisma Bangsa," kata Sandra Susanto, Kepala Sekolah SMP Kharisma Bangsa, Rabu (15/4/2020).
Selanjutnya dia menyampaikan, tantangan dalam hal apa saja? Yaitu Pertama untuk menunjukkan kemampuan guru dalam memanfaatkan media teknologi dengan presentasi zoom, penugasan via google classroom, pre-test atau post-test dengan quizizz.
"Dan pemberian tugas proyek dengan pemanfaatan Google Drive, presentasi interaktif dengan peardeck, dan lain-lain; karena hal itu mutlak harus dilakukan untuk mentransfer knowledge kepada peserta didik secara menarik dan efektif," ucapnya.
Kedua kata Sandra, menyajikan pembelajaran yang terencana dan efektif dalam keterbatasan waktu. Hal ini bisa dilakukan dengan mempersiapkan quality lesson plan dan mengatur langkah-langkah pembelajaran yang detail.
"Guru dan siswa dapat menetapkan tujuan pembelajaran sesuai ketersediaan waktu dan memilih materi yang akan disampaikan dengan langkah-langkah yang tepat dan akurat. Di sini guru dituntut pula untuk mengatur waktu dengan baik," tuturnya.
Ketiga menurutnya, bagaimana guru mampu menyatukan persepsi dan konsentrasi anak-anak didik yang serba berjauhan.
"Ini hanya bisa dilakukan oleh guru yang memiliki visi yg jelas dalam pembelajaran dan mampu menjalin ikatan batin dengan siswa dengan melakukan perannya sebagai motivator, fasilitator, mediator, dan komunikator," ungkapnya.
Selanjutnya dia menyampaikan, tantangan dalam hal apa saja? Yaitu Pertama untuk menunjukkan kemampuan guru dalam memanfaatkan media teknologi dengan presentasi zoom, penugasan via google classroom, pre-test atau post-test dengan quizizz.
"Dan pemberian tugas proyek dengan pemanfaatan Google Drive, presentasi interaktif dengan peardeck, dan lain-lain; karena hal itu mutlak harus dilakukan untuk mentransfer knowledge kepada peserta didik secara menarik dan efektif," ucapnya.
Kedua kata Sandra, menyajikan pembelajaran yang terencana dan efektif dalam keterbatasan waktu. Hal ini bisa dilakukan dengan mempersiapkan quality lesson plan dan mengatur langkah-langkah pembelajaran yang detail.
"Guru dan siswa dapat menetapkan tujuan pembelajaran sesuai ketersediaan waktu dan memilih materi yang akan disampaikan dengan langkah-langkah yang tepat dan akurat. Di sini guru dituntut pula untuk mengatur waktu dengan baik," tuturnya.
Ketiga menurutnya, bagaimana guru mampu menyatukan persepsi dan konsentrasi anak-anak didik yang serba berjauhan.
"Ini hanya bisa dilakukan oleh guru yang memiliki visi yg jelas dalam pembelajaran dan mampu menjalin ikatan batin dengan siswa dengan melakukan perannya sebagai motivator, fasilitator, mediator, dan komunikator," ungkapnya.
Lihat Juga :