Kemenristek Dorong Penciptaan Teknopreneur di Indonesia
Selasa, 29 September 2020 - 08:56 WIB
Kemenristek/BRIN bekerjasama dengan Yayasan INOTEK bersepakat untuk menciptakan lebih banyak teknopreneur di Indonesia. Foto/Ist
JAKARTA - Kemenristek/BRIN bekerjasama dengan Yayasan INOTEK bersepakat untuk menciptakan lebih banyak teknopreneur di Indonesia. Munculnya usaha-usaha baru dinilai akan membuat ekonomi berjalan dan mengurangi dampak negatif pandemi terhadap ekonomi.
Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan, pada fase awal inisiasi usaha para teknopreneur dan wirausaha pada umumnya membutuhkan pendampingan dari segi teknologi maupun manajemen agar meningkatkan daya saing produk dan usahanya. Oleh karena itu, Pemerintah perlu bergerak cepat membantu wirausaha mengolah sumber daya alam melalui riset dan inovasi agar mampu produk akhir yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama membantu teknopreneur dalam menghadapi tantangan dan peluang. (Baca juga: Dihadapan 5.711 Maba UMY, Menko PMK Minta Mahasiswa Tak Mudah Menyerah )
“Di tengah era pandemi setiap negara dituntut untuk mengoptimalkan potensi seluruh sumber daya ekonomi yang dimiliki agar perekonomian terus berjalan dan meminimalkan dampak COVID-19 terhadap dunia usaha. Banyak dunia usaha kesulitan mendapatkan akses modal, mengalami penurunan permintaan, hingga terpaksa memotong dana operasional, dan bahkan harus merumahkan karyawannya,” katanya pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Kemenristek/BRIN dan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK): ‘Program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan’ melalui siaran pers, Senin (28/9).
Bambang menambahkan, kegiatan wirausaha berperan penting untuk fase pemulihan perkonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini terdapat beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha untuk menghadapi era adaptasi pilihan baru, dengan memanfaatkan teknologi dan aspek digital. Di sisi lain difusi teknologi tepat guna juga berperan meningkatkan kinerja dunia usaha.
Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan, pada fase awal inisiasi usaha para teknopreneur dan wirausaha pada umumnya membutuhkan pendampingan dari segi teknologi maupun manajemen agar meningkatkan daya saing produk dan usahanya. Oleh karena itu, Pemerintah perlu bergerak cepat membantu wirausaha mengolah sumber daya alam melalui riset dan inovasi agar mampu produk akhir yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama membantu teknopreneur dalam menghadapi tantangan dan peluang. (Baca juga: Dihadapan 5.711 Maba UMY, Menko PMK Minta Mahasiswa Tak Mudah Menyerah )
“Di tengah era pandemi setiap negara dituntut untuk mengoptimalkan potensi seluruh sumber daya ekonomi yang dimiliki agar perekonomian terus berjalan dan meminimalkan dampak COVID-19 terhadap dunia usaha. Banyak dunia usaha kesulitan mendapatkan akses modal, mengalami penurunan permintaan, hingga terpaksa memotong dana operasional, dan bahkan harus merumahkan karyawannya,” katanya pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Kemenristek/BRIN dan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK): ‘Program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan’ melalui siaran pers, Senin (28/9).
Bambang menambahkan, kegiatan wirausaha berperan penting untuk fase pemulihan perkonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini terdapat beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha untuk menghadapi era adaptasi pilihan baru, dengan memanfaatkan teknologi dan aspek digital. Di sisi lain difusi teknologi tepat guna juga berperan meningkatkan kinerja dunia usaha.
Lihat Juga :