Kemenristek Dorong Penciptaan Teknopreneur di Indonesia
Selasa, 29 September 2020 - 08:56 WIB
Program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan (STSP) merupakan program kewirausahaan kolaboratif untuk membuat jaringan teknopreneur di 34 provinsi di Indonesia dengan metode model kewirausahaan yang sesuai dihubungkan dengan investor dan kemitraan berbasis teknologi dan RnD. Program ini memberikan dampak baik dengan menciptakan 1000 lebih Teknopreneur baru yang akan memulai ekonomi lokal di level UMKM dan membantu berkontribusi untuk meningkatkan PDB lokal, membuka akses ke pasar nasional dan global dan menciptakan lapangan pekerjaan langsung lebih dari 1000 teknopreneur dan lebih dari 1 juta pekerjaan tidak langsung (hulu dan hilir). (Baca juga: Milad Ke-69, Rektor UIN Yogya Ajak Civitas Teladani Sunan Kalijaga )
Pendiri Yayasan INOTEK Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, INOTEK mempunyai visi mengembangkan inovasi di akar rumput dengan menciptakan teknologi tepat guna dan sistem pendampingan yang komprehensif. Program ini akan fokus dalam pengembangan teknopreneur sehingga bisa menyentuh usaha mikro, disektor-sektor utama seperti pangan, konsumsi, maupun sektor lain yang selama ini menggerakan ekonomi bangsa.
Ketua Dewan Pembina Yayasan INOTEK sekaligus Founder Orbit Future Academy Ilham A Habibie mengungkapkan, program STSP berusaha untuk mengumpulkan dukungan dari ekosistem yang berkembang yang dibutuhkan oleh wirausaha-wirausaha tersebut untuk tumbuh menjadi bisnis yang sukses dan dapat naik kelas. Di samping itu INOTEK dan Orbit Future Academy juga peduli terhadap kesetaraan gender melalui program pemberdayaan wirausaha wanita atau Women Technopreneur Indonesia dalam sub Program STSP.
“Kita mempunyai target program pemberdayaan entrepreneur wanita sebanyak 30% dari pencapaian STSP selama 3 tahun, jadi kita membuat suatu sub program Women Technopreneur Indonesia yang dimulai sejak awal implementasi program. Kita berharap nota kesepahaman ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan program STSP yang secara kolaboratif memberi dukungan, pembinaan, pendampingan, fasilitasi kewirausahaan bagi teknopreneur agar mampu menghasilkan produk inovasi,” ujar Ilham A Habibie.
Pendiri Yayasan INOTEK Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, INOTEK mempunyai visi mengembangkan inovasi di akar rumput dengan menciptakan teknologi tepat guna dan sistem pendampingan yang komprehensif. Program ini akan fokus dalam pengembangan teknopreneur sehingga bisa menyentuh usaha mikro, disektor-sektor utama seperti pangan, konsumsi, maupun sektor lain yang selama ini menggerakan ekonomi bangsa.
Ketua Dewan Pembina Yayasan INOTEK sekaligus Founder Orbit Future Academy Ilham A Habibie mengungkapkan, program STSP berusaha untuk mengumpulkan dukungan dari ekosistem yang berkembang yang dibutuhkan oleh wirausaha-wirausaha tersebut untuk tumbuh menjadi bisnis yang sukses dan dapat naik kelas. Di samping itu INOTEK dan Orbit Future Academy juga peduli terhadap kesetaraan gender melalui program pemberdayaan wirausaha wanita atau Women Technopreneur Indonesia dalam sub Program STSP.
“Kita mempunyai target program pemberdayaan entrepreneur wanita sebanyak 30% dari pencapaian STSP selama 3 tahun, jadi kita membuat suatu sub program Women Technopreneur Indonesia yang dimulai sejak awal implementasi program. Kita berharap nota kesepahaman ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan program STSP yang secara kolaboratif memberi dukungan, pembinaan, pendampingan, fasilitasi kewirausahaan bagi teknopreneur agar mampu menghasilkan produk inovasi,” ujar Ilham A Habibie.
(mpw)
Lihat Juga :