Dihadapan 5.711 Maba UMY, Menko PMK Minta Mahasiswa Tak Mudah Menyerah
Senin, 28 September 2020 - 20:45 WIB
loading...
Menko PMK Prof. Muhajir Effendy dan Dubes Indonesia untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal, menjadi pembicara pembukaan Mataf UMY, Senin (28/9). Foto/Dok/Humas UMY
A
A
A
YOGYAKARTA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun akademi 2020/2021 menerima 5.711mahasiswa baru (maba). Mengawali perkuliahan bagi maba dengan menggelar masa ta’aruf (mataf) selama tiga hari Senin-Rabu (28-30/9).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pelaksanaan Mataf kali ini di tengah pandemi COVID-19, untuk Mataf digelar secara daring atau online. Rektor UMY, Gunawan Budiyanto, secara simbolis membuka acara tersebut di Gedung AR Fachruddin B UMY, sedangkan maba mengikuti di rumah masing-masing melalui platform Microsoft Teams dan channel Youtube.
Mataf dengan tema Solidaritas Cendekiawan Berintegritas tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Mekon PMK) Prof. Dr. Muhajir Effendy dan alumni UMY yang sekarang menjadi Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal. (Baca juga: Milad Ke-69, Rektor UIN Yogya Ajak Civitas Teladani Sunan Kalijaga )
Muhajir Effendy dalam kesempatan itu menekankan pentingnya pemuda untuk memiliki sikap positif dan optimis. Terlebih lagi, saat ini dunia sedang dilanda pandemi COVID-19, yang telah melumpuhkan beberapa aspek.
"Dalam situasi COVID-19 pemuda atau mahasiswa baru semuanya, harus memiliki sikap positif dan optimis. Kita harus membangun pikiran jernih, tidak mudah menyerah, dan selalu gigih dalam menghadapi tantangan di masa depan," ujarnya melalui tayangan streaming Youtube dan Microsoft Teams.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pelaksanaan Mataf kali ini di tengah pandemi COVID-19, untuk Mataf digelar secara daring atau online. Rektor UMY, Gunawan Budiyanto, secara simbolis membuka acara tersebut di Gedung AR Fachruddin B UMY, sedangkan maba mengikuti di rumah masing-masing melalui platform Microsoft Teams dan channel Youtube.
Mataf dengan tema Solidaritas Cendekiawan Berintegritas tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Mekon PMK) Prof. Dr. Muhajir Effendy dan alumni UMY yang sekarang menjadi Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal. (Baca juga: Milad Ke-69, Rektor UIN Yogya Ajak Civitas Teladani Sunan Kalijaga )
Muhajir Effendy dalam kesempatan itu menekankan pentingnya pemuda untuk memiliki sikap positif dan optimis. Terlebih lagi, saat ini dunia sedang dilanda pandemi COVID-19, yang telah melumpuhkan beberapa aspek.
"Dalam situasi COVID-19 pemuda atau mahasiswa baru semuanya, harus memiliki sikap positif dan optimis. Kita harus membangun pikiran jernih, tidak mudah menyerah, dan selalu gigih dalam menghadapi tantangan di masa depan," ujarnya melalui tayangan streaming Youtube dan Microsoft Teams.
Lihat Juga :